Hidangan Natal Rumahan

Yule Log, Bolu Gulung Batang Kayu yang Jadi Ikon Kue Natal

Riska Fitria - detikFood Jumat, 18 Des 2020 18:30 WIB
Yule Log, Bolu Gulung Berbentuk Batang Kayu Ini jadi Tradisi Natal Foto: iStock
FOKUS BERITA Hidangan Natal Rumahan
Jakarta -

Yule log atau kue bolu gulung yang berbentuk batang kayu menjadi ikon kue Natal. Di balik bentuknya yang unik, yule log memiliki fakta menarik.

Setiap negara memiliki hidangan khas untuk menyambut natal. Begitu juga dengan Prancis yang terkenal dengan yule lognya atau dalam bahasa setempat disebut 'buche de noel'.

Yule log tidak hanya sekadar kue saja, tetapi sudah menjadi tradisi yang memiliki fakta menarik. Mulai dari awal kali tercipta, filosofi hingga awal kepopulerannya di masyarakat Prancis. Kepopulerannya bahkan sampai ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Berikut 5 fakta menarik tentang yule log.

1. Apa Itu Yule Log?

Yule Log, Bolu Gulung Berbentuk Batang Kayu Ini jadi Tradisi NatalYule Log, Bolu Gulung Berbentuk Batang Kayu Ini jadi Tradisi Natal Foto: iStock

Yule log atau dikenal juga dengan sebutan buche de noel merupakan kue natal khas Prancis. Bagi orang Eropa, merayakan natal kurang lengkap tanpa adanya yule log.

Yule log sebenarnya berupa bolu gulung yang dibentuk menyerupai batang kayu. Proses pembuatan yule log ini terbilang rumit. Pertama, bolu gulung yang sudah diolesi selai atau krim lalu dilapisi cokelat buttercream.

Itu agar tampilannya seperti batang pohon. Kemudian dihias dengan dedaunan atau jamur yang terbuat dari meringue, marzipan, dan berbagai dekorasi lainnya.

Di balik bentuknya yang unik, yule log memiliki cerita panjang soal sejarahnya. Selain itu, ada filosofi mengapa kuenya dibentuk seperti batang kayu.

Baca Juga : 3 Yule Log Buatan Chef Vincent Nigita Sang Maestro Dessert Ada di Jakarta

2. Asal-usul Yule Log

Yule Log, Bolu Gulung Berbentuk Batang Kayu Ini jadi Tradisi NatalYule Log, Bolu Gulung Berbentuk Batang Kayu Ini jadi Tradisi Natal Foto: iStock

Yule log sudah ada sejak zaman besi, tepatnya sebelum era abad pertengahan. Terciptanya kue ini berawal dari tradisi membakar kayu yang dilakukan oleh orang Eropa saat musim dingin.

Tradisi itu dilakukan untuk membersihkan udara dari musim dingin dan memasuki musim semi. Batang kayu itu dihias dengan holly, pinecone atau ovy.

Selain itu, mereka juga kerap menggunakan anggur dan garam untuk mengurapi kayu. Setelah kayu terbakar, nantinya akan menyisakan abu. Nah, abu itu tidak dibuang, melainkan disimpan.

Abu kayu itu kemudian dibakar pada musim natal daun depan dicampur dengan batang kayu yang baru. Ada alasan tersendiri mengapa sisa batang kayu itu disimpan. Hal tersebut berkaitan dengan filosofiyule log.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
FOKUS BERITA Hidangan Natal Rumahan
FOKUS BERITA Hidangan Natal Rumahan

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com