ADVERTISEMENT

Ramai RUU Minuman Beralkohol, Ini Tanggapan Para Chef

Sonia Basoni - detikFood
Minggu, 15 Nov 2020 13:30 WIB
A couple makes a toast with two glasses of whiskey
Foto: iStock

4. Chef Yongki Gunawan

Yongki GunawanYongki Gunawan Foto: detikFood

Berkarir lebih dari 40 tahun yang lalu di dunia pastry Indonesia, Chef Yongki Gunawan masih aktif membagikan cooking class sampai konten video resep interaktif di YouTube.

Pakar kue dan pastry yang satu ini juga memberikan tanggapannya terkait RUU Minuman Beralkohol.

"Tanggapan saya sebagai chef sekaligus pakar kuliner, saya sama sekali tidak setuju dengan RUU ini. Karena tidak semua orang tidak mengkonsumsi alkohol. Memang budaya minum ini berasal dari Eropa. Tapi di Bali, Tanah Toraja, dan wilayah Indonesia lainnya mereka menggunakan minuman alkohol tradisional untuk menyambut para turis asing di sana," ungkapnya kepada detikFood.

Meski bukan peminum, tapi Chef Yongki melihat bahwa RUU ini akan membawa dampak yang sangat besar pada industri pariwisata dan restoran.

"Sebenarnya banyak makanan Indonesia yang mengandung alkohol meski rendah. Misalnya tape singkong, tape beras, dan semua roti itu mengandung alkohol karena proses fermentasinya. Termasuk seperti asinan dan manisan. Contohnya asinan khas Jakarta, itu melalui proses fermentasi selama beberapa hari sama seperti tape singkong," jelas Chef Yongki.

"Jadi kalau RUU ini disahkan, tentunya banyak pengusaha makanan dan katering yang terkena dampaknya. Belum lagi dampaknya pada pariwisata, turis asing akan terus menurun dan ini berbahaya tentunya untuk sektor pariwisata. Padahal Indonesia punya banyak destinasi wisata terbaik di dunia," ungkapnya.

Chef Yongki justru lebih setuju jika pemerintah melakukan penyuluhan atau edukasi tentang minuman beralkohol, kepada anak-anak, remaja, sampai orang-orang yang awam sehingga penyalahgunaan minuman beralkohol bisa dihindari.

Baca Juga: RUU: Peminum Minuman Beralkohol Dibui 2 Tahun atau Denda Rp 50 Juta



Simak Video "Bikin Laper: Lembutnya Es Krim yang Lagi Viral di Kelapa Gading"
[Gambas:Video 20detik]

(sob/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT