Salut! Nenek 78 Tahun Ini Masih Semangat Jualan Tahu Gejrot

Yenny Mustika Sari - detikFood Rabu, 04 Nov 2020 18:00 WIB
Nenek 78 Tahun di Surabaya Jualan Tahu Gejrot Foto: Instagram @kulinersby
Jakarta -

Usia nampaknya tak menghalangi semangat nenek 78 tahun ini di Surabaya. Tak kenal lelah, sang nenek berjualan tahu gejrot menggunakan sepeda.

Demi memenuhi kebutuhan hidupnya, tak jarang banyak lansia tetap membanting tulang walaupun tubuhnya tak lagi kuat. Biasanya mereka berjualan makanan atau minuman.

Walaupun tubuhnya semakin ringkih, tapi mereka tetap menunjukkan semangat dan kegigihannya. Tak kenal lelah mereka mendorong gerobak, mengayuh sepeda, atau menjajakannya di pinggir jalan.

Nenek 78 Tahun di Surabaya Jualan Tahu GejrotNenek 78 Tahun di Surabaya Jualan Tahu Gejrot Foto: Instagram @kulinersby

Seperti halnya yang dilakukan oleh nenek berusia 78 tahun di Surabaya. Nenek ini berjualan tahu gejrot menggunakan sepedanya.

Baca Juga: Kisah Haru Kakek Penjual Kue Pisang yang Cari Uang untuk Operasi Mata

Nenek yang tak diketahui namanya ini berjualan tahu gejrot di Jalan Demak No. 55, Surabaya. Tepatnya setelah rel kereta api. Setiap hari berjualan mulai dari pukul 09.00-16.00 WIB.

Kisah nenek 78 tahun berjualan tahu gejrot di Surabaya ini dibagikan food Influencer di Instagram @kulinersby (22/10). Menurut informasi, nenek ini masih semangat berjualan karena tak mau merepotkan anaknya.

Nenek 78 Tahun di Surabaya Jualan Tahu GejrotNenek 78 Tahun di Surabaya Jualan Tahu Gejrot Foto: Instagram @kulinersby

"Jualan tahu gejrot karena dia tidak mau merepotkan anaknya," tulis keterangan dalam video.

Tahu gejrot yang dijualnya ini dibanderol harga Rp 3.000 saja per bungkusnya. Di bagian belakang sepedanya terdapat boks untuk meracik tahu gejrotnya.

Tempat meraciknya juga terlihat bersih dan rapi. Sepertinya sang nenek sangat memperhatikan kebersihannya.

Nenek 78 Tahun di Surabaya Jualan Tahu GejrotNenek 78 Tahun di Surabaya Jualan Tahu Gejrot Foto: Instagram @kulinersby

Tahu gejrot yang diracik nenek ini berupa tahu pong ditambahkan cabai rawit dan bawang merah yang telah dihaluskan. Kemudian disiram dengan kuah cuka campur gula merah.

Dalam sehari, nenek 78 tahun ini hanya menjual 30-40 bungkus saja. Jadi kalau dihitung, pendapatannya dalam sehari berkisar Rp 90.000-Rp 120.000.

Sebelumnya, kisah serupa datang dari Nenek Umi berusia 82 tahun yang tetap semangat berjualan untuk memenuhi kebutuhannya. Nenek Umi diketahui hidup sebatang kara.

Ia memiliki 3 orang anak, namun 1 anaknya meninggal dunia. Lalu dua anak lainnya sudah hidup berkeluarga. Karena tak ingin merepotkan mereka, nenek Umi memilih untuk membanting tulang sendiri.

Kisah Sedih Nenek 82 Tahun Jualan PeyekKisah Sedih Nenek 82 Tahun Jualan Peyek Foto: YouTube / Ade Septian

Nenek Umi berjualan peyek di sekitaran Jalan Diponegoro, Sidoarjo, Jawa Timur. Peyeknya dibanderol harga Rp 2.000 per bungkus.

Baca Juga: Hidup Sebatang Kara, Nenek 82 Tahun Ini Masih Semangat Jualan Peyek



Simak Video "Rahasia Kenikmatan Tahu Gejrot Bang Jack"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com