Kisah Remaja 14 Tahun Jualan Teh Demi Bantu Ibunya yang Baru di-PHK

Yenny Mustika Sari - detikFood Selasa, 03 Nov 2020 18:30 WIB
Kisah Subhan, Remaja 14 Tahun Jualan Teh Demi Bantu Ibunya yang Baru di-PHK Foto: Twitter @ANI
Jakarta -

Remaja 14 tahun di Mumbai, India ini tak segan membantu ibunya yang kesulitan. Ia rela jualan teh demi membantu perekonomian keluarga yang sulit akibat sang ibu baru di-PHK.

Kisah menginspirasi banyak berdatangan dari anak kecil dan remaja yang menghabiskan waktu mereka untuk membantu orang tuanya. Cara mereka membantu orang tuanya biasa dilakukan dengan berjualan makanan.

Seperti yang dialami seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun di Mumbai, India. Remaja laki-laki ini terlihat berjualan teh.

Kisah Subhan, Remaja 14 Tahun Jualan Teh Demi Bantu Ibunya yang Baru di-PHKKisah Subhan, Remaja 14 Tahun Jualan Teh Demi Bantu Ibunya yang Baru di-PHK Foto: Twitter @ANI

Kisah remaja bernama Subhan ini diunggah oleh akun Twitter @ANI (30/10). Subhan berjualan teh keliling di area bazar Bhendi, Mumbai, India.

Baca Juga: Kisah Bocah SD Jualan Cilok Demi Beli Kuota Internet untuk Belajar Online

Subhan rela menghabiskan masa kecilnya dengan berjualan teh untuk membantu perekonomian keluarga. Karena memutuskan untuk berjualan, Subhan berhenti dari sekolahnya.

Ibunya juga diketahui baru saja menjadi korban PHK dari tempatnya bekerja karena pandemi Covid-19. Ayahnya sudah meninggal sejak 12 tahun lalu dan saat itu Subhan baru berusia 2 tahun.

Kisah Subhan, Remaja 14 Tahun Jualan Teh Demi Bantu Ibunya yang Baru di-PHKKisah Subhan, Remaja 14 Tahun Jualan Teh Demi Bantu Ibunya yang Baru di-PHK Foto: Twitter @ANI

Oleh karenanya, Subhan membanting tulang dan jadi tulang punggung keluarga. Ia melakukan semuanya demi memenuhi kebutuhan keluarga dan juga adiknya.

Adik Subhan saat ini masih bersekolah. Selama pandemi Covid-19, adiknya bersekolah via daring (online). "Adikku belajar dalam kelas online, aku akan melanjutkan setelah sekolah buka kembali," ujarnya.

Subhan juga menceritakan kalau dulu ibunya bekerja sebagai petugas bus sekolah. Karena masa pandemi Covid-19 membuat sekolah harus ditutup, sejak itulah ibunya kehilangnya pekerjaan.

Penghasilan Subhan selama berjualan teh di area bazar Bhendi dan lokasi lainnya sebesar 300-400 Rupe (Rp 58.926-Rp 78.568). Uang yang ia dapatkan dari berjualan teh tersebut diberikan kepada ibunya dan sebagian lagi ia tabung.

Kegigihan seorang remaja dalam membantu ibunya ini juga pernah dilakukan Hilal. Remaja 13 tahun ini semangat bekerja sebagai pembuat kulit lumpia.

Hilal, Pembuat Kulit LumpiaHilal, Pembuat Kulit Lumpia Foto: Instagram @kitabisacom

Ia merelakan masa remajanya dan menjadi pembuat kulit lumpia karena harus membiayai pengobatan ibunya. Ibunya sakit jantung dan tak berdaya di rumah.

Upah per bulan yang diterima Hilal sekitar Rp 400 ribu. Biasanya Hilal menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari dan juga membeli obat untuk ibunya.

Baca Juga: Hilal, Remaja Pembuat Kulit Lumpia yang Berjuang Demi Pengobatan Ibunya



Simak Video "Nikmat Aroma Khas Teh Anggrung yang Sudah Mendunia"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com