Keren! Pasuruan Kini Punya Pusat Penelitian Kakao Canggih

Sonia Basoni - detikFood Kamis, 08 Okt 2020 18:30 WIB
Keren! Pasuruan Kini Punya Pusat Penelitian Kakao Canggih Foto: PCTC/Getty Images
Jakarta -

Sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di dunia, Indonesia kini punya pusat penelitian kakao berskala global. Pusat penelitian ini terletak di Pasuruan.

Memegang peringkat tiga sebagai penghasil biji kakao terbesar di dunia, Indonesia memiliki pasar dan industri kakao yang meningkat tajam selama 30 tahun terakhir.

Baca Juga: Sake Jepang Ini Dijodohkan dengan Rokok dari Kakao yang Unik

Tercatat ada lebih dari 40 ribu petani kakao yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun sayangnya industri kakao masih terhalang dengan berbagai tantangan, mulai dari hasil panen hingga fasilitas yang ada.

Untuk itu Mondelez International, sebagai perusahaan snack dalam kategori cokelat hingga biskuit seperti Biskuat, Oreo, keju Kraft, Cadbury Dairy Milk hingga Toblerone turut berperan aktif. Mereka bertekad untuk mendukung industri kakao di Indonesia.

Salah satunya dengan mendirikan Pasuruan Cocoa Technical Center (PCTC) di Pasuruan, Jawa Timur. Pusat penelitian ini dibangun untuk mendorong industri kakao di Indonesia lewat riset hingga pengembangan berskala global.

Keren! Pasuruan Kini Punya Pusat Penelitian Kakao CanggihKeren! Pasuruan Kini Punya Pusat Penelitian Kakao Canggih Foto: PCTC/Getty Images

Lewat peresmian virtual yang dilaksanakan kemarin (07/10), acara ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Pertanian Yasin Limpo hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Kakao merupakan bahan utama cokelat yang permintaannya terus meningkat, Mondelez International bertekad untuk dapat memenuhi permintaan konsumen tersebut dengan cara yang tepat, yaitu dengan berkontribusi menciptakan sektor kakao yang berkelanjutan", ungkap Maurizio Brusadelli, Executive Vice President dan President Asia, Middle East and Africa Mondel─ôz International.

Peran Mondelez International dalam membangun pusat penelitian kakao di Pasuruan, tak lepas dari dukungan pemerintah Indonesia.

"Saat ini peringkat produsen kakao di Indonesia sudah bergeser. Dari peringkat tiga menjadi peringkat 6. Ditambah riset penelitian kakao di Indonesia masih terbatas," jelas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

Keren! Pasuruan Kini Punya Pusat Penelitian Kakao CanggihKeren! Pasuruan Kini Punya Pusat Penelitian Kakao Canggih Foto: PCTC/Getty Images

"Pemerintah Indonesia sangat mendukung hadirnya Pasuruan Cocoa Technical Center ini. Terima kasih kepada pihak Mondelez International yang sudah berada di Indonesia selama 26 tahun, dan terus memberdayakan 40 ribu petani kakao nasional," ungkap Agus Gumiwang.

Pusat penelitian kakao ini berdiri di lahan seluas lima hektar di Pasuruan. Pusat penelitian ini dilengkapi berbagai fasilitas canggih seperti laboratorium, greenhouse, nursery, area pasca panen, fasilitas percobaan agronomi hingga area pembibitan.

Nantinya semua kakao dan riset yang dikembangkan di PCTC akan diterapkan oleh Mondelez International ke petani kakao lokal hingga negara lainnya.

Keren! Pasuruan Kini Punya Pusat Penelitian Kakao CanggihKeren! Pasuruan Kini Punya Pusat Penelitian Kakao Canggih Foto: PCTC/Getty Images

Selain itu hal serupa juga disuarakan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dalam acara peresmian PCTC kemarin, ia siap mendukung Mondelez International untuk mengembangkan industri kakao di Indonesia.

"Terima kasih banyak kepada Mondelez International dan semua pihak yang terlibat, kami siap menanam kakao di seluruh Indonesia. Menteri Pertanian berkomitmen untuk menanam satu juta benih kakao di Indonesia," ungkap Menteri Yasin Limpo.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, juga mendukung langkah Mondelez International mendirikan PCTC di Jawa Timur.

Keren! Pasuruan Kini Punya Pusat Penelitian Kakao CanggihKeren! Pasuruan Kini Punya Pusat Penelitian Kakao Canggih Foto: PCTC/Getty Images

Selain mendirikan PCTC, Mondelez International juga sudah merangkul lebih dari 43 ribu petani kakao di Indonesia dalam program Cocoa Life. Program ini memudahkan petani lokal untuk meningkatkan produksi kakao mereka dengan panduan dari Mondelez International.

"PCTC hadir di pasuruan, maka sekarang yang sudah dikembangkan oleh masyarakat, akan membantu para warga yang sudah bergerak di industri kakao," tutur Khofifah.

Untuk sekarang Mondelez International akan terus fokus mengembangkan serta meneliti kakao di PCTC. Tapi mereka berharap bahwa nanti akan ada pusat penelitian kakao lainnya di wilayah Indonesia.

Baca Juga: Nyamm! KitKat Hadir dengan Rasa Unik Buah Kakao



Simak Video "Rekomendasi Sambal buat Kamu"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)