Sebelum Dimasak Beras Perlu Direndam Dulu, Ini Sebabnya

Odilia WS - detikFood Kamis, 08 Okt 2020 05:00 WIB
Raw rice and flour in bowls with scoop on wooden background Foto: iStock
Jakarta -

Sebelum ditanak menjadi nasi, beras biasanya dicuci lebih dulu. Tetapi ahli gizi justru menganjurkan untuk merendam dalam air, ini sebabnya.

Nasi menjadi makanan pokok bangsa-bangsa di benua Asia. Karenanya menanak atau memasak nasi menjadi pekerjaan hari-hari yang gampang dilakukan. Apalagi kini sudah ada beragam jenis rice cooker.

Dengan cara tradisional umumnya beras dicuci hingga airnya bening. Kemudian beras diaron lalu dikukus dalam kukusan hingga matang. Jika memakai rice cooker beras ditaruh dalam panci rice cooker dan diberi air sesuai takaran beras dan dimasak hingga matang.

Menurut ahli gizi India terkenal dan penganjur makanan tradisional India, Rujuta Diwekar, sebelum ditanak sebaiknya beras direndam dulu beberapa saat. Dalam proses perendaman ini terjadi asimilasi kualitas nutrisi yang membantu proses penyerapan vitamin dan mineral dari beras.

Beras yang disosoh dan tidak disosohSebelum dimasak beras perlu direndam air. Foto: iStock

Kecuali itu merendam beras bisa menghilangkan asam fitat yang menghambat tubuh menyerap nutrisi beras. Asam fitat merupakan zat alami yang terdapat dalam biji-bijian yang mengganggu penyerapan zat besi, seng, dan kalsium dalam tubuh.

Zat ini ditemukan pada tingkat yang sangat tinggi dalam biji-bijian, polong-polongan dan kacang-kacangan.

'Asam fitat ditemukan pada tanaman, membentuk unit fosfor dalam bijian yang menghentikan penyerapan mineral. Perendaman mengangkat asam fitat. Tetapi mereka yang kekurangan zinc dan zat besi perlu berhati-hati, ' jelas ahli gizi makrobiotik dan chef Shonali Sabherwal, seperti dilansir dari Huffpost (09/09).

Sabherwal menunjukkan bahwa gangguan penyerapan mineral terbatas pada beras dan tidak mempengaruhi makanan di masa depan. Juga tidak menyebabkan kerusakan sistemik yang mencegah tubuh menyerap nutrisi dari makanan lain setelah dimakan.

Menurutnya kita tidak perlu menghindari makanan tetapi lebih baik memakai cara memasak yang bisa meningkatkan nutrisi makanan. Seperti merendam beras efektif mengurangi asam fitat dan meningkatkan kemampuan penyerapan alami dari zinc dan zat besi dari biji-bijian termasuk nasi.

Seperti di India, di Indonesia nasi menjadi makanan pokok seluruh penduduk. Ada beragam jenis beras yang di tiap wilayah berbeda jenisnya. Demikian juga cara menanam dan menangani proses produksi gabahnya. Ada yang disosoh dengan mesin tetapi ada yang masih ditumbuk dengan cara tradisional.

Karenanya tak ada cara memasak nasi yang baku. Masing-masing punya cara berbeda. Nasi yang dihasilkan tergantung pada jenis berasanya. Ada yang pera agak kering, pera pulen dan ada yang empuk pulen.

beras lokal populerSebelum dimasak beras perlu direndam air. Foto: iStock

Jenis beras memiliki ukuran dan bentuk berbeda. Seerti long grain, medium grain dan short grain. Masing-masing dimasak dengan cara berbeda tergantung olahannya. Misal beras untuk masakan Minang lebih cocok yang long grain, panjang bulirnya tetapi empuk. Sebaliknya jenis pandan wangi cocok untuk nasi timbel.

Berapa lama beras perlu direndam air sebelum dimasak? Tentu saja tergantung pada jenis berasnya.

Untuk beras yang belum disosoh, beras merah atau hitam bisa direndam 6-12 jam. Untuk yang sudah disosoh cukup 4-6 jam. Beras ketan perlu direndam semalaman. Sedangkan beras pulen seperti rojolele, pandan wangi dan menthik cukup direndam 15-30 menit. Beras biasa yang sudah disosoh cukup 15 menit saja.

Setelah direndam, tiriskan beras dan olah sesuai selera. Bisa dimasak dalam rice cooker. Bisa diaron hingga stengah matang lalu kukus hingga matang. Atau masak dengan cara diliwet, dimasak dengan air secukupnya di atas api kecil hingga nasi matang dan empuk.



Simak Video "Tak Hanya Bahan Pokok, Beras Jadi Suvenir di Italia"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)