Doyan Kepala Ayam? Meski Enak Tapi Bisa Berbahaya

Devi Setya - detikFood Minggu, 20 Sep 2020 14:00 WIB
A flock of chickens in search of food late in the day Foto: Getty Images/iStockphoto/NikonShutterman
Jakarta -

Kepala ayam memang punya penggemar sendiri. Sensasi seru makan kepala ayam ternyata tak selalu menguntungkan, ada bagian yang justru berbahaya.

Dibanding bagian ceker, para penggemar kepala ayam memang lebih sedikit jumlahnya. Hanya orang-orang yang sudah tahu cara makan kepala ayam yang pasti suka dengan rasanya, meskipun bagian dagingnya terbilang sedikit.

Bagian kepala ayam bisa dimakan mulai leher, daging kepala hingga otaknya. Eits tapi jangan asal doyan, kepala ayam bisa jadi makanan berbahaya lho.

Menurut pakar kesehatan, konsumsi kepala ayam terlalu sering bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan. Para peternak biasa mengandalkan pakan yang mengandung bahan kimia. Tujuannya tentu saja agar ayam tumbuh besar dan dagingnya berkualitas. Tapi sayangnya pakan yang mengandung bahan kimia ini berbahaya untuk orang yang mengonsumsi.

Alasan Orang Ogah Makan Kepala AyamAlasan Orang Ogah Makan Kepala Ayam Foto: twitter @ffoodfess

Berbagai bahan kimia tidak bisa dirilis oleh sistem pencernaan ayam. Sehingga berbagai bahan kimia termasuk logam berbahaya akan mengendap selama ayam tersebut tumbuh. Semakin lama semakin menumpuk bahan kimia ini dan mirisnya, semua berkumpul di bagian kepala khususnya otak ayam.

Bahan kimia ini tidak bisa hilang begitu saja dengan proses pemasakan sehingga saat sudah matangpun, otak ayam masih mengandung zat kimia berbahaya.

Bukan hanya bagian kepala dan otaknya, leher ayam pun tak kalah berbahaya. Leher ayam memiliki kelenjar getah bening yang sangat banyak. Kelenjar ini bisa dikenali dengan mudah karena bentuknya seperti benjolan-benjolan kecil.

Di dalam kelenjar getah bening dikhawatirkan masih memiliki bibit penyakit yang tidak sehat sehingga sebaiknya tidak kita konsumsi. Lagipula leher ayam disinyalir jadi tempat bertumpuknya bakteri serta virus.

Selain kepala dan leher ayam, ada pula bagian ayam yang sebaiknya tidak dikonsumsi yakni sayap dan brutu. Dilansir dari Telegraph (19/9) sayap ayam menjadi tempat disuntikannya berbagai vaksin anti bakteri pada ayam.

Vaksin yang terbuat dari bahan kimia ini lambat laun meresap pada daging bagian sayap. Vaksin ini juga berpotensi merusak nutrisi daging ayam. Efek sampingnya bisa dirasakan dalam jangka panjang, salah satunya yakni menyebabkan kanker.

sayap ayamsayap ayam Foto: detikfood

Dan yang tak kalah berbahaya adalah bagian brutu atau pantat ayam. Kebanyakan orang gemar makan brutu karena teksturnya kenyal padahal bagian ini mengandung banyak lemak dan hormon yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Kandungan tersebut memicu penyakit kanker jika dikonsumsi secara terus menerus. Jadi meskipun rasanya enak, cobalah berhenti atau mengurangi konsumsi brutu ayam.



Simak Video "Ayam Dimasak Campur Brem, Gimana Jadinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)