Rahasia Sukses Dudung Roxy, Ikon Sop Kaki Kambing Jakarta

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Minggu, 20 Sep 2020 13:00 WIB
Dudung Roxy Foto: dok. detikFood
Jakarta -

Menyebut sop kaki kambing di Jakarta, banyak orang langsung teringat Dudung Roxy. Pemilik warung ini bercerita bagaimana bisnisnya bertahan 45 tahun dan jadi ikon sampai sekarang.

Jalan Biak Roxy memang terkenal sebagai surga sop kaki kambing di Jakarta. Pada sore hingga malam hari, penjual sop kaki kambing kaki lima berjejer di sini. Termasuk Dudung Roxy yang sangat ikonik sebagai sop kambing di Jakarta.

Banyak orang langsung teringat Dudung Roxy saat membahas hidangan berkuah ini. Terlebih Dudung Roxy sudah ada sejak 1975 dan masih bertahan hingga kini. Gerainya tak hanya ada di Roxy saja, tapi sudah merambah ke Alam Sutra hingga Bintaro. Bahkan ada yang di dalam mall.

Dudung RoxyDudung Roxy Foto: dok. detikFood

Ditemui detikFood di kawasan Biak (3/9), H. Deddy selaku pengelola Dudung Roxy kini bercerita banyak soal usaha yang dirintis ayahnya, H. Abdullah. Dimulai dari asal-usul nama 'Dudung' yang mudah diingat dan dilafalkan.

"Ayah waktu kecil dipanggilnya Adung, jadi ketika memulai usaha, ayah saya berpikiran nama apa ya sekiranya anak kecil bisa nyebut. Tidak perlu yang lancar, yang cadel pun bisa menyebutkan dan mudah diingat. Bagaimana kalau Dudung saja? Dudung kan anak kecil bisa nyebut, orang yang (maaf) "cadel" bisa nyebut, Dudung gitu," kata Deddy.

Ia kurang tahu persis kapan ayahnya mulai membuka cabang usaha sop kambing legendaris ini. Yang ia ingat, cabang pertama ada di Jalan Perjuangan, Kebon Jeruk. Baru dari situ cabang-cabang lain buka. Deddy mengatakan ada pemikiran dari sang ayah mengenai kemauannya membuka cabang.

Dudung RoxyDudung Roxy Foto: dok. detikFood

"Ayah berpegangan jika kita membangun suatu rumah, walaupun pondasinya kecil-kecil namun di sekelilingnya ada pondasi, ketimbang dengan pondasi besar hanya ada satu di tengah. Jika ada badai, rumah itu akan tetap berdiri. Karena pondasi kecil-kecil ada disekelilingnya," jelas Reza.

Baca Juga: Surga Sop Kaki Kambing dan Soto Enak di Sepotong Jalan Biak

Racikan sop kambing di sini tak hanya berisi kaki. Ada juga pilihan lain seperti daging, lidah, dan bahkan torpedo. Semua bisa dipilih sesuai selera pembeli. Harganya Rp 11 ribu per potong. Standarnya, satu mangkuk berisi 5 potongan bagian kambing.

Lalu untuk kuahnya, Dudung Roxy tidak memakai santan. "Kita bahan utamanya pakai rempah-rempah dan dibalut dengan susu full cream," jelas Deddy. Tak heran rasa gurihnya begitu nikmat dengan tekstur kuah lumayan kental.

Dudung RoxyDudung Roxy Foto: dok. detikFood

Berbicara soal kesuksesan bertahannya Dudung Roxy selama 45 tahun, Deddy mengatakan ada 3 kunci. "Pertama tekad. Kedua kesabaran. Ketiga jangan pernah lelah dan mengeluh. Yang utama juga tetap menjaga kualitas yang ada. Kalau dari prinsip Dudung Roxy lebih baik kami menaikkan harga dari pada kami menurunkan kualitas," tegas Deddy.

Sebagai penerus usaha Dudung Roxy kinipun, Deddy pernah melalui masa-masa pahit sebelumnya. Ia dulu diminta ayahnya ikut melayani pelanggan. Tapi pernah suatu kali, ketika ia menyajikan sop kambing racikannya, seorang pelanggan tidak suka.

Dudung RoxyDudung Roxy Foto: dok. detikFood

Sampai-sampai pelanggan itu melempar mangkuk, "Apa ini?!" Pelanggan itu juga memanggil H. Abdullah. Ia protes kenapa rasa sop kambingnya saat itu tidak enak. "Akhirnya dengan legowonya ayah saya samperin, minta maaf, 'Maaf, bukannya saya tidak mau (layani), tapi biar anak saya juga bisa ya mumpung dia ada keberanian jadi saya persilahkan. Oke saya ganti sekarang,'" kenang Deddy.

Dari situlah ia semakin terpacu memperbaiki diri. Deddy terus menyempurnakan cita rasa sop kambing buatannya. Bisa dibilang ia berhasil mengelola warung ini dan mempertahankan kualitasnya sejak terjun di tahun 2000.

Baca Juga: Racikan Sop Kambing Sudi Mampir Jl. Biak Populer Sejak 51 Tahun Lalu



Simak Video "Gurihnya Kuah dari Sop Kaki Kambing Dudung Roxy"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)