Heboh Nutella Disebut Tidak Halal, Ini Penjelasannya

Riska Fitria - detikFood Kamis, 17 Sep 2020 12:30 WIB
SAN FRANCISCO, CA - AUGUST 18:  Jars of Nutella are displayed on a shelf at a market on August 18, 2014 in San Francisco, California.  The threat of a Nutella shortage is looming after a March frost in Turkey destroyed nearly 70 percent of the hazelnut crops, the main ingredient in the popular chocolate spread. Turkey is the largest producer of hazelnuts in the world.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images) Foto: Getty Images - Justin Sullivan
Jakarta -

Jagat maya dihebohkan dengan pernyataan akun Twitter Nutella di Amerika Serikat yang menyebut produknya tidak halal. Ini penjelasannya.

Pencinta cokelat pasti sudah tak asing lagi dengan selai cokelat hazelnut yang manis creamy merek Nutella. Selai cokelat itu diproduksi oleh perusahaan Italia, Ferrero. Sejak pertama kali diluncurkan pada 1964, Nutella selalu menjadi favorit semua orang.

Pada tanggal 14 September akun Twitter Nutella di Amerika Serikat @NutellaUSA mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan publik. Mereka menyebut bahwa produk Nutella 'tidak halal'. Pernyataannya berawal dari seorang netizen @imjustsully2 yang menanyakan tentang kehalalan Nutella.

"Apa produk kalian halal,?" tulisnya.

Sertifikasi halal NutellaSertifikasi halal Nutella Foto: Twitter

Baca Juga : Penggemar Selai Cokelat, Perlu Tahu 5 Fakta Unik Nutella Ini

Akun Twitter @NutellaUSA menjawab, "Tidak, Nutella tidak halal,". Hal tersebut langsung menjadi viral dan membuat netizen bertanya-tanya. Netizen yang bertanya itu langsung mengecek bahan-bahan pembuatan Nutella, tetapi tidak menemukan sesuatu yang haram.

Dilansir dari situs Nutella, selai cokelat hazelnut ini terbuat dari tujuh bahan, seperti gula, minyak sawit, kacang hazel, susu, cokelat, lesitin dan vanilla. Setelah viral, akun Twitter Nutella tersebut langsung mengkonfirmasi cuitannya dengan menyebut bahwa produk mereka halal.

"Lebih dari 90% pabrik industri yang memproduksi Nutella telah disertifikasi Halal oleh pihak ketiga dan kami sedang dalam proses mensertifikasi pabrik yang tersisa. Kami mohon maaf atas kesalahan yang dibuat dalam tweet kami sebelumnya," tulisnya (14/09).

Melansir dari Middle East Monitor (16/09) berdasarkan undang-undang Amerika Serikat dan Kanada pelabelan sertifikasi halal tidak diwajibkan pada produk yang tidak mengandung daging atau aditif. Karenanya, produk Nutella di Amerika Serikat tidak memiliki sertifikasi halal, meskipun bahan-bahan yang digunakan halal.

Sementara di Indonesia sendiri produk Nutella telah mendapatkan sertifikasi halal dari National Independent Halal Trust (NIHT). Selain itu, sertifikasi halal juga diberikan oleh MUI dengan nomor sertifikat 00110086471217 yang berlaku hingga 3 Desember 2021.

Sertifikasi halal NutellaSertifikasi halal Nutella Foto: LPPOM MUI

Atas cuitan akun Twitter Nutella USA tersebut, mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Sebagian besar meminta mereka untuk menghapus cuitannya. Tak sedikit juga yang menyalahkan pihak yang menjalankan Twitter Nutell USA.

"Lebih baik hapus saja cuitan sebelumnya supaya tidak menimbulkan kebingungan publik," tulis netizen.

"Ini adalah contoh dari akun media sosial perusahaan yang menjawab pertanyaan yang tidak mereka ketahui," tulis netizen lainnya.

Baca Juga : Dicari: 60 Orang Pencicip Selai Cokelat Hazelnut



Simak Video "Resep Martabak Manis Nutella"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)