Mengenal Buru Hotong, Makanan Lokal Maluku yang Dijual Bella Shofie

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 16 Sep 2020 09:00 WIB
Buru Hotong Foto: Getty Images/iStockphoto/nndanko

4. Olahan buru hotong

Buru HotongBuru Hotong Foto: Getty Images/iStockphoto/nndanko

Buru hotong tak hanya bisa diolah jadi seperti nasi, tapi juga menjadi cookies, mi, dan bubur instan. Pengolahan lebih lanjut ini bisa meningkatkan nilai tambah buru hotong,

Pada pembuatan cookies, buru hotong yang dipakai berbentuk tepung. Kemudian dicampurkan pati sagu, terigu, garam, dan soda kue. Hasilnya cookies buru hotong renyah dan memiliki tekstur berongga saat dipatahkan.

Kemudian ada mi hotong yang juga dibuat dari tepung hotong. Tambahannya tepung terigu dan air. Pemakaian tepung terigu harus tetap ada sebab hotong memiliki kadar gluten rendah sehingga tidak bisa menghasilkan tekstur mie yang elastis.

Lalu untuk bubur instan hotong, tepung hotong dipadukan pati sagu. Paduan keduanya bisa menghasilkan produk akhir yang lebih baik. Untuk penyajiannya, bubur hotong instan harus dilarutkan dengan air panas.

5. Mitos asal-usul buru hotong

Buru HotongBuru Hotong Foto: Getty Images/iStockphoto/nndanko

Dilihat dari situs Kemdikbud, asal-usul buru hotong ternyata lekat dengan mitos. Dikisahkan pada zaman dulu ada seorang putri dan keluarganya yang melakukan perjalanan.

Lalu dalam perjalanan, mereka kehabisan makanan dan tenaga. Sang Putri pun berdoa kepada Oppolestala (Tuhan) untuk diberikan makanan. Bahkan ia merelakan salah satu bagian tubuhnya untuk dapat berubah menjadi makanan.

Sang Oppolestala mengabulkan permohonan sang putri hingga merubah salah satu bagian tubuh menjadi bulir-bulir hotong sehingga dapat diolah menjadi makanan. Sang putri pun dijuluki sebagai Boki Feten (Putri Hotong).

Hingga saat ini tanaman buruh hotong masih diperlakukan istimewa oleh orang-orang yang mengerti sejarah pengorbanan Boki Feten. Mereka mewujudkannya dalam sebuah tarian yaitu tari Boki Feten.

Baca Juga: Beras Hitam hingga Beras Mutiara, Ini 5 Beras Unik dan Langka di Dunia

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua


Simak Video "Perjuangan Pembuat Kerupuk di Wilayah Terluar Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com