Mengenal Buru Hotong, Makanan Lokal Maluku yang Dijual Bella Shofie

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 16 Sep 2020 09:00 WIB
Buru Hotong Foto: Getty Images/iStockphoto/nndanko
Jakarta -

Bella Shofie berencana menjual buru hotong dengan merek Mak Tjik. Ia menyebut buru hotong adalah produk pangan lokal dari Pulau Buru, Maluku.

Setelah mantap berhijab, artis Bella Shofie juga ingin mencoba peruntungan baru dengan berjualan produk pangan lokal. Bersama sang suami, Daniel Rigan, ia terinspirasi mengembangkan buru hotong alias beras hotong.

Produk ini merupakan pangan lokal populer dari pulau Buru, Maluku. Bukan tanpa alasan Bella dan suami memilih buru hotong. Mereka yang menghabiskan masa isolasi Covid-19 di pulau Buru terinspirasi memanfaatkan potensi wilayah itu saat berada di sana.

Suami Bella Shofie mempromosikan kalau buru hotong hanya ada di pulau Buru. Kandungan glukosanya juga kecil. Ia bahkan berencana menjadikan Bella Shofie brand ambassador untuk produk lokal pulau Buru.

Baca Juga: Bella Shofie Jualan Beras Hotong, Klaim Hasilnya Bakal Dibagikan

Sebenarnya apa itu buru hotong? Seperti apa nutrisi dan pemanfaatannya? detikFood merangkum fakta buru hotong seperti berikut:

1. Buru hotong sejenis padi dan mirip alang-alang

Buru HotongBuru Hotong Foto: Getty Images/iStockphoto/nndanko

Dikutip dari situs resmi Bulog, buru hotong punya nama ilmiah (Setaria italica (L) Beauv.). Tanaman sejenis padi ini merupakan produk pangan lokal masyarakat pulau Buru, Maluku. Bentuknya mirip alang-alang dengan karakteristik mudah tumbuh di lahan kering sekalipun.

Tanaman buru hotong berupa rumpun dengan tinggi 60-150 cm. Untuk umur panennya, 75-90 hari setelah buru hotong ditanam. Hal ini bergantung dengan jenis tanah dan lingkungan budi daya buru hotong.

Saat panen, biji buru hotong diambil lalu diproses sampai tahap siap tanak. Prosesnya tak jauh beda dengan padi. Namun pengupasannya tidak bisa pakai alat padi karena bijinya lebih kecil.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Perjuangan Pembuat Kerupuk di Wilayah Terluar Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]