Jualan 41 Tahun, Penjual Sate Ini Masih Patok Harga Rp 3 Ribu per Tusuk

Yenny Mustika Sari - detikFood Selasa, 01 Sep 2020 18:30 WIB
Penjual Sate di Singapura Masih Patok Harga Sama Selama 41 Tahun Foto: Facebook / Ben Lim
Jakarta -

Penjual sate ayam di Singapura ini masih mematok harga sama walaupun sudah berjualan selama 41 tahun. Per tusuknya dibanderol Rp 3 ribu. Seperti apa kisahnya?

Sate ayam tak hanya jadi santapan lezat untuk orang Indonesia saja, beberapa negara di Asia juga punya jenis sate ayam yang lezat walaupun cara mengolahnya cukup berbeda.

Salah satunya Singapura. Di sana ada salah satu penjual sate ayam yang sangat legendaris. Racikan sate ayamnya sedikit mirip dengan Indonesia.

Disajikan juga dengan saus kacang lengkap dengan potongan timun dan bawang merah. Tapi sate ayam ini tidak diberikan kecap manis seperti halnya sate ayam di Indonesia.

Penjual Sate di Singapura Masih Patok Harga Sama Selama 41 TahunPenjual Sate di Singapura Masih Patok Harga Sama Selama 41 Tahun Foto: Facebook / Ben Lim

Baca Juga: Bukan Autentik Indonesia, Sate Jadi Makanan Ikonik yang Mendunia

Sate ayam legendaris ini bisa ditemui di Night Hoover Satay yang lokasinya ada di Geylang Bahru No. 56, Singapura. Tempatnya berdekatan dengan MRT Geylang Bahru, dan jam bukanya mulai dari pukul 7 malam sampai 11 malam waktu Singapura.

Dilansir dari Must Share News (29/8), gerai sate ayam ini sudah beroperasi selama 41 tahun. Tepatnya mulai dari tahun 1979. Dulunya gerai sate ayam ini berlokasi di luar Hoover Theatre yang ada di Jalan Balestier.

Penjual Sate di Singapura Masih Patok Harga Sama Selama 41 TahunPenjual Sate di Singapura Masih Patok Harga Sama Selama 41 Tahun Foto: Facebook / Ben Lim

Walaupun sudah berjualan selama 41 tahun, tapi harga yang dibanderol untuk sate ayamnya tidak pernah berubah. Dari awal berdiri, sate ayam di sini dibanderol SGD $ 0,30 (Rp 3.235) per tusuk.

Terbilang murah untuk harga sate ayam di Singapura. Karena di Indonesia saja, sate ayam dibanderol harga mulai dari Rp 1.500-Rp 2.500 per tusuknya. Apalagi di Indonesia harga sate kerap naik kalau mulai pergantian tahun atau harga bahan-bahannya juga mengalami kenaikan.

Dari awal buka, penjual sate di Singapura ini juga tidak memiliki pegawai. Jadi pemiliknya masih melayani sendiri jika ada pelanggan yang beli sate ayam.

Penjual Sate di Singapura Masih Patok Harga Sama Selama 41 TahunPenjual Sate di Singapura Masih Patok Harga Sama Selama 41 Tahun Foto: Facebook / Ben Lim

Selain sate ayam, gerai ini juga menawarkan sate daging babi dengan harga yang sama yaitu S$ 0,30 (Rp 3.235) per tusuk. Ada juga nasi atau ketupat dengan harga S$ 0,50 (Rp 5.392) per porsinya.

Penjual Sate di Singapura Masih Patok Harga Sama Selama 41 TahunPenjual Sate di Singapura Masih Patok Harga Sama Selama 41 Tahun Foto: Facebook / Ben Lim

Penjual sate lainnya yang tetap mempertahankan harga ada di Indonesia. Tepatnya di Sate Anggrek H. Ahmad yang lokasinya ada di Jalan Taman Anggrek, Cihapit bersebrangan dengan Suis Butcher Steak House.

Gerai Sate Anggrek tersebut telah bertahan selama 75 tahun. Walaupun sudah legendaris, tapi harga yang dibanderolnya tetap sama yaitu Rp 15.000 per sepuluh tusuknya.

Baca Juga: 75 Tahun Warung Sate Anggrek H. Ahmad Pertahankan Kelezatan Satenya



Simak Video "Resep Praktis Bikin Sate Ayam Manis"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)