Salut! Tukang Siomay Ini Sekolahkan Anak Sampai Jadi Sarjana Hukum

Devi Setya - detikFood Jumat, 07 Agu 2020 11:30 WIB
tukang siomay sekolahkan anak Foto: youtube Street Food Village
Jakarta -

Penjual siomay yang satu ini layak mendapat acungan jempol. Dari pendapatan berjualan siomay, ia mampu menyekolahkan anaknya hingga jadi Sarjana Hukum.

Penjual siomay bernama Lim ini sekilas tampak seperti penjual siomay lainnya. Berkeliling menjajakan siomay dengan menggunakan sepeda sederhana. Di atas sepedanya ini turut diboyong panci besar, tungku, alat makan dan juga wadah bumbu kacang.

Youtuber kuliner Street Food Village tak sengaja mampir dan jajan siomay Pak Lim ini. Sambil menunggu pesanan, youtuber ini banyak bertanya pada pak Lim soal dagangannya ini. Ternyata siomay yang dijual bukanlah siomay kaleng-kaleng alias asal. Siomay buatan Pak Lim ini terbuat dari bahan baku ikan tenggiri.

tukang siomay sekolahkan anaktukang siomay sekolahkan anak Foto: youtube Street Food Village

Baca juga : Mantap! Sarjana Psikologi Ini Pilih Jadi Petani Sayur

Agak sulit menemukan penjual siomay ikan tenggiri yang berjualan keliling. Siomay premium ini biasanya hanya tersaji di restoran atau gerai siomay ternama.

Pak Lim setiap sore berjualan di kawasan Cideng, Jakarta Pusat mulai sore hingga malam hari. Ia berangkat dari rumahnya sekitar pukul 15.00 WIB dan mulai mangkal di kawasan Jalan Ternate sejak jam 17.00-21.00 WIB.

Pria berusia 59 tahun ini sudah berjualan siomay sejak tahun 1997. Ia juga berkisah kalau pendapatan berjualan siomay ini sudah berhasil membuat dua anaknya sekolah tinggi.

"Jualan dari tahun 1997, dari anak SD sampai sekarang bisa kuliah, sudah lulus S1 Sarjana Hukum. Ada yang satu lagi akutansi pajak," beber Pak Lim.

Meski dijual dengan sepeda sederhana, Pak Lim selalu menjamin kualitas siomay buatannya. Ia setiap pagi meracik sendiri siomay di rumahnya. Ikan tenggiri bahkan ia beli langsung dari pasar demi menjamin kesegarannya.

tukang siomay sekolahkan anaktukang siomay sekolahkan anak Foto: youtube Street Food Village

Ada lagi yang unik dari siomay Pak Lim ini, jika kebanyakan penjual siomay sudah mengandalkan kompor gas maka Pak Lim masih menggunakan arang kayu. Sebuah tungku sederhana selalu diisi dengan arang yang dibakar hingga menjadi bara. Dengan arang ini, siomay akan selalu hangat dan pastinya lebih bearoma.

"Pakai arang ini. Kalau mati, ditambah lagi (arangnya), jadi tetap hangat," ujar Pak Lim yang selama pandemi berjualan mengenakan masker dan face shield ini.

Seporsi siomay ini dijual dengan harga Rp 20.000 per porsi. Jika dibandingkan dengan siomay biasa, tentu akan terkesan agak mahal tapi jika dilihat ukuran siomaynya, ini sebanding dengan harganya lho.

Siomay Pak Lim bisa dipilih sesuai selera, isiannya ada siomay, siomay isi telur, kentang, kol, pare isi siomay, kembang tahu dan tahu putih isi siomay. Seporsi bisa pilih 6 potong siomay dan aneka pelengkapnya.

Meski dua anaknya sudah berhasil sekolah tinggi, Pak Lim masih gigih berjualan siomay. Kerja kerasnya ini kemudian mendapat banyak apresiasi dari netizen yang berkomentar.

tukang siomay sekolahkan anaktukang siomay sekolahkan anak Foto: youtube Street Food Village

Baca juga : Cerita Tukang Sayur Unik, Mirip Syahrini hingga Berhasil Jadi Sarjana

"Pekerja keras si pak penjual siomay ini. Anak-anaknya sampe sekolah tinggi. Respect!" kata satu netizen.

"Wih ampe jadi akuntansi pajak dan sarjana hukum. hebat bapak. dan juga menjaga diri dengan protokol kesehatan. hebat," sahut netizen lainnya.

"Kenapa setiap ketemu pedagang yg katanya anaknya udah sarjana lulusannya dari hukum, serius udah 3 pedagang yg kalo curhat bilang anaknya lulusan hukum. Keren!" pungkas netizen.



Simak Video "Battle Siomay Mahal vs Murah, Enakan Mana?"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)