Lagi! Kisah Rasis di Restoran, Pengunjung Asia Ditulis 'CHINA'

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 22 Jul 2020 13:00 WIB
Kisah Rasis di Restoran, Pengunjung Asia Ditulis CHINA Foto: Working Dog Saloon dan Tracey Yang
Jakarta -

Kisah rasis sering terjadi di restoran. Kali ini pegawai restoran menulis sosok pengunjung orang Asia dengan sebutan 'CHINA' di struk pembayaran.

Rasisme masih saja terjadi di berbagai negara. Banyak orang meyakini perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia itu jadi suatu masalah. Sampai-sampai mereka memberi stigma hingga perlakuan buruk pada golongan yang dianggap sebelah mata.

Sudah banyak kejadian rasis yang menyangkut golongan minoritas di sebuah tempat. Misal kisah rasis yang menimpa muslim di negara mayoritas nonmuslim atau orang Asia yang tinggal di negara Barat dimana mereka memiliki penampilan fisik berbeda.

Dikutip dari Next Shark (21/7), baru saja terjadi di Toronto, Kanada dimana seorang pegawai restoran dipecat karena lakukan hal rasis. Ia menulis dua pengunjung Asia dengan sebutan "CHINA" di struk pembayaran.

Kisah Rasis di Restoran, Pengunjung Asia Ditulis 'CHINA'Kisah Rasis di Restoran, Pengunjung Asia Ditulis 'CHINA' Foto: Working Dog Saloon dan Tracey Yang

Cerita berawal ketika Tracey Yang dan pacarnya menjadi satu-satunya pengunjung Asia di restoran Working Dog Saloon yang ada di Scarborough. Mereka datang sekitar pukul 2 siang pada 12 Juli 2020.

Saat makan siang, Yang dan pacarnya dilayani pegawai restoran bernama Sarah. Hal ini diketahui dari keterangan di struk. Namun Yang sadar Sarah menulis namanya dengan sebutan "CHINA."

Tak terima akan perlakukan itu, ia lantas berhadapan dengan Sarah. Namun Sarah mengelak telah melakukan hal rasis tersebut. Yang akhirnya mencari pihak manajemen restoran beberapa kali, namun gagal mendapat kontak.

Yang sempat berbicara pada media lokal tentang kejadian ini. Sampai akhirnya kisah ini sampai ke telinga pemilik restoran, Siva Velippillai. Kasus ini berakhir dengan pemecatan Sarah dari restoran.

Dalam pembelaannya, Sarah bilang "CHINA" adalah kesalahan penulisan (typo) mesin. Ia berniat menulis "Chan" namun sistem melakukan autokoreksi hingga tertulislah "CHINA".

Baca Juga: Bersikap Rasis Pada Pelanggan China, Chef Ini Dipecat

Sarah juga bilang tahu nama "Chan" dari Yang dan pacarnya. Namun Yang menyanggah karena ia merasa tak pernah memberi tahu nama panjangnya.

Kisah Rasis di Restoran, Pengunjung Asia Ditulis 'CHINA'Kisah Rasis di Restoran, Pengunjung Asia Ditulis 'CHINA' Foto: Working Dog Saloon dan Tracey Yang

Velippillai sebagai pemilik restoran sekaligus imigran dari Sri Lanka mengatakan Sarah bersalah atas hal rasis yang ia lakukan. Hal ini ia simpulkan setelah Velippillai berbicara kedua kalinya dengan Sarah.

"Saya berasal dari Sri Lanka. Saya melarikan diri dari negara yang dilanda perang di mana pemerintah melakukan genosida terhadap kami karena menjadi diri kami sendiri. Saya mengerti trauma mental yang ditinggalkan rasisme pada seorang individu. Saya juga merasa jijik dengan tindakan pelayan restoran (Sarah)," kata Velippillai.

Sementara itu Yang mengatakan hal yang ia lakukan bukanlah bentuk balas dendam, tetapi lebih ke menyuarakan agar orang-orang lain mengatakan tidak pada rasisme.

Sebelum Yang, kisah rasis terjadi di berbagai restoran di dunia. Salah satu yang sering jadi target adalah Muslim. Tahun 2016 pernah beredar video viral di media sosial dimana seorang pria melarang dua wanita berhijab untuk masuk ke dalam restorannya.

"Teroris itu adalah umat Muslim. Semua umat Muslim merupakan teroris," ungkap pemilik restoran tersebut. Setelah ditelusuri, kejadian itu terjadi di restoran Le Cenacle di wilayah Tremblay.

Kisah rasis ini berakhir dengan pemilik restoran yang meminta maaf setelah mendapat banyak kritik tajam. Ia beralasan bilang seperti itu karena temannya merupakan salah satu korban jiwa di serangan bom Bataclan.

Baca Juga: Ini 5 Kisah Muslim Jadi Korban Rasis di Kafe dan Restoran



Simak Video "Nasi Lemak hingga Kwetiau Sirem yang Sedap Mantap"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)