5 Wisata Kuliner Ekstrem di Phnom Penh yang Unik dan Populer

Sonia Basoni - detikFood Jumat, 10 Jul 2020 21:00 WIB
Makanan Ekstrem di Phnom Penh Foto: iStock/VAW
Jakarta -

Selain Siem Reap, Phnom Penh juga terkenal sebagai kota turis di Kamboja yang punya banyak wisata kuliner ekstrem. Mulai dari tikus panggang sampai bayi buaya.

Meski tidak sepopuler Thailand, tapi Kamboja menyimpan menyimpan banyak destinasi wisata yang eksotik dan menarik. Biasanya banyak turis atau wisatawan asing yang berkunjung ke kota Phnom Penh untuk jalan-jalan.

Tak hanya pemandangan alamnya yang indah, makanan yang ditawarkan di sana juga tidak biasa. Budaya kuliner di sana masih menyatu dengan alam, sehingga jajanan kaki limanya pun menjual hidangan hewan yang ditemukan sehari-hari di sana.

Seperti tikus panggang yang jadi makanan umum di sana. Lalu ada arak dengan ular kobra utuh di dalam botolnya, sampai makan tarantula yang masih berbulu.

Dilansir dari berbagai sumber berikut lima wisata kuliner ekstrem di Phnom Penh.

Baca Juga: Beda Banget! Rice Bowl Kekinian di Vietnam Ini Pakai Cicak Panggang

1. BBQ Tikus

tikus panggangtikus panggang Foto: Istimewa

Bukan berisi potongan daging sapi, paprika dan sosis. Kalau di Phnom Penh dan beberapa wilayah di Kamboja, hidangan BBQ yang populer adalah daging tikus. Di sana daging tikus jadi makanan sehari-hari yang bisa digoreng, rebus, sampai dipanggang.

Tikus dianggap sebagai alternatif karena harganya yang cukup murah dibandingkan daging sapi. Sejak dulu tikus BBQ atau tikus panggang dikenal sebagai jajanan kaki lima yang murah.

Bahkan kebanyakan tikus dijual dalam bentuk utuh lengkap dengan buntut panjangnya. Jadi jangan kaget ketika sedang jalan-jalan di sekitar Phnom Penh dan menemukan tikus-tikus di atas panggangan kaki lima.

2. Arak Ular

Makanan Ekstrem di Phnom PenhMakanan Ekstrem di Phnom Penh Foto: iStock/VAW

Snake wine atau arak ular merupakan minuman yang cukup populer di Asia Tenggara. Selain di Kamboja, arak ular juga terkenal di Vietnam hingga Thailand. Meski begitu sebagian orang masih menganggapnya sebagai minuman ekstrem di Phnom Penh.

Uniknya setiap arak ular di dalam botolnya selalu diisi dengan bangkai ular utuh. Kebanyakan yang dipakai adalah ular kobra dengan bisa yang dinetralisir oleh kandungan alkohol.

Selain arak ular ada juga beberapa penjual yang menambahkan kalajengking beracun di dalam botol. Tujuannya agar tendangan alkohol dan rasa arak lebih terasa. Arak ini juga disertai akar gingseng dan beberapa herbal lainnya.

3. Kumbang Air

Makanan Ekstrem di Phnom PenhMakanan Ekstrem di Phnom Penh Foto: iStock/VAW

Kumbang air masuk ke dalam camilan wajib yang harus dicoba saat berada di Phnom Penh. Camilan yang satu ini menggunakan kumbang air yang bentuknya lonjong dan bulat. Menurut yang sudah mencobanya, rasa kumbang mirip dengan rasa jangkrik.

Kumbang yang berwarna hitam pekat ini memang membuat sebagian orang enggan untuk mencobanya. Namun setelah dicoba ternyata rasanya cukup enak dan tidak semenyeramkan tampilannya.

Bahkan ada sensasi pecah di mulut ketika kumbang digigit. Selain itu bagian dagingnya cukup empuk dengan tekstur renyah di luar. Biasanya kumbang air digoreng hingga garing lalu dijual seperti kacang rebus.

4. Tarantula

-- Foto: Istimewa

Tarantula yang besar dan berbulu membuat beberapa orang malas menyantapnya. Tak heran tarantula masuk ke dalam wisata kuliner ekstrem di Phnom Penh.

Hewan merayap ini biasanya dipanggang atau digoreng hingga garing. Mudah sekali untuk menemukan tarantula di penjual kaki lima. Meski menyeramkan tapi ternyata tekstur tarantula cukup lembut.

Beberapa turis yang baru mencobanya menjelaskan rasa tarantula yang cukup aneh. Mereka lebih memilih memakan kumbang air. Tapi tarantula sendiri tak hanya eksis di Phnom Penh, makanan ini cukup terkenal bahkan di Amerika ada burger isi tarantula goreng.

5. Bayi Buaya

Makanan Ekstrem di Phnom PenhMakanan Ekstrem di Phnom Penh Foto: iStock/VAW

Nah kalau kuliner yang satu ini sebenarnya cukup unik dan menantang. Jika biasanya yang diburu untuk dijadikan makanan adalah buaya besar, berbeda di beberapa restoran Phnom Penh.

Di kota ini ada beberapa restoran yang menyajikan menu bayi buaya. Tampilan dari bayi buaya ini sangat kecil, dan lebih mirip seperti camilan belut garing.

Bayi buaya digoreng sampai renyah lalu dimakan sebagai camilan. Banyak penjual yang menawarkan jajanan ini ke turis. Mereka juga mengklaim bahwa bayi buaya yang mereka ambil bukan spesies yang akan punah.

Baca Juga: Industri Daging Anjing di Kamboja, Menyeramkan Tapi Populer



Simak Video "Es Timun Suri Cincau, Segar dan Manis untuk Buka Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)