5 Fakta Daging Marmot yang Dikaitkan dengan Wabah Pes di China

Sonia Basoni - detikFood Selasa, 07 Jul 2020 14:30 WIB
Konsumsi Daging Marmot Foto: Getty Images/iStockphoto/
Jakarta -

Daging marmot cukup populer dikonsumsi di Mongolia. Namun kini konsumsi dan perburuan marmot dilarang karena dikaitkan dengan wabah pes di sana.

Setelah sebelumnya kelelawar disebut jadi penyebar virus corona, kini hewan pengerat marmot di Mongolia dituduh menjadi penyebab munculnya wabah pes di sana. Bukan tanpa alasan mengapa marmot disebut menjadi biang dari wabah pes ini.

Sebelumnya media Xinhua melaporkan adanya dua pasien yang mengalami gejala penyakit pes. Kedua pasien ini berasal dari Khovd, Mongolia. Setelah ditelusuri lebih lanjut kedua kakak beradik ini ternyata sempat memakan daging marmot. Dari sana lah larangan konsumsi daging marmot dikeluarkan pemerintah China.

Dilansir dari Times Now News (07/07), berikut beberapa fakta menarik seputar daging marmot.

Baca Juga: Selain Kucing Hitam, Empedu Beruang Juga Jadi Obat Populer Virus Corona

1. Mengenal Hewan Marmot

Konsumsi Daging MarmotKonsumsi Daging Marmot Foto: Getty Images/iStockphoto/



Marmot merupakan hewan pengerat yang masuk ke dalam kelompok bajing. Biasanya marmot dapat ditemukan di sekitar pegunungan atau dataran tinggi. Terhitung ada lebih dari 15 jenis marmot yang tinggal di Asia, Eropa dan Amerika Utara.

Nama marmot sendiri memiliki arti tikus gunung karena tempat tinggal mereka. Marmot paling suka menyantap tumbuhan seperti rumput, buah beri, lumut daun, akar-akaran hingga bunga.

Di Mongolia sendiri, marmot merupakan santapan enak yang mirip seperti ayam atau daging sapi. Meskipun marmot dikenal sebagai hewan yang bisa membawa bakteri berbahaya. Selain itu memburu marmot merupakan tindakan ilegal di beberapa negara.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Nyobain Kue Pukis KFC, Rasanya Premium Banget!"
[Gambas:Video 20detik]