Makan Daging Marmot Mentah Demi Kesehatan, Pasangan Ini Malah Kehilangan Nyawa

Sonia Basoni - detikFood Rabu, 15 Mei 2019 17:45 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Makan daging marmot untuk meningkatkan kesehatan. Pasangan di Mongoliia ini justru harus kehilangan nyawanya, setelah terjangkit wabah dari daging marmot.

Kota Tsagaannuur yang terletak di dekat perbatasan antara Mongolia dan Rusia, baru-baru ini dikarantina setelah kematian pasangan yang terkena wabah, setelah memakan daging marmot mentah. Marmot sendiri merupakan hewan pengerat, sejenis bajing yang biasanya banyak ditemukan di negara Barat.

Baca Juga: Duh, Wanita Ini Tewas Usai Makan Jamur di Resto Bintang Michelin!

Dikabarkan Washington Post (08/05), banyak orang Mongolia yang percaya bahwa menyantap organ hewan pengerat secara mentah, dapat meningkatkan kesehatan. Akan tetapi menurut Airuntuya Ochirpurev dengan World Health Organization, menjelaskan bahwa mengonsumsi daging marmot mentah ini berakhir dengan kematian.
Makan Daging Marmot Mentah Demi Kesehatan, Pasangan Ini Malah Kehilangan NyawaFoto: Istimewa
Kejadian malang ini menimpa pasangan suami istri yang bekerja di perbatasan, dan identitasnya dirahasiakan. Sang istri meninggal setelah mengalami kegagalan fungsi organ, yang disebabkan oleh wabah septikemia.

Wabah septikemia ini merupakan kondisi di mana seseorang mengalami keracunan darah, karena dimasuki bakteri dalam jumlah besar. Jika terjangkit septikemia dapat menyebabkan demam, kedinginan, lemas, hingga pendarahan dalam kulit. Wabah septikemia ini dipercaya dibawa oleh marmot yang dagingnya mereka makan.

Hal ini serupa dengan yang dialami pasangan ini, awalnya sang suami datang ke rumah sakit setelah menderita demam, kurang dari seminggu sang suami meninggal.
Makan Daging Marmot Mentah Demi Kesehatan, Pasangan Ini Malah Kehilangan NyawaFoto: Istimewa
Sementara sang istri masih dirawat secara intensif, karena muntah darah dan sakit kepala, akhirnya tak lama ia juga meninggal. Setelah dikonfirmasi, ternyata penyebab kematiannya karena wabah dari memakan daging marmot.

Wabah ini bisa menular ke setiap orang, sehingga ada 118 orang warga yang berada di sekitar rumah pasangan itu diberikan antibiotik, sebagai bentuk pencegahan. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat lebih dari 700 tahun lalu, jutaan orang meninggal di China dan Hong Kong. Karena wabah yang dibawa oleh tikus-tikus di sana.

"Kapanpun Anda mengonsumsi daging mentah, selalu ada kemungkinan bahwa Anda akan terpapar dari beberapa virus yang berbeda. Ada begitu banyak infeksi zoonosis lain yang bisa menyerang orang," tutur William L. Gosnell, selaku program direktor dari University of Hawaii di Manoa's department of tropical medicine.
Makan Daging Marmot Mentah Demi Kesehatan, Pasangan Ini Malah Kehilangan NyawaFoto: Istimewa
Gosnell juga menambahkan bahwa bakteri atau virus ini bisa terjebak dalam darah. Sehingga Gosnell menyarankan untuk selalu memasak seluruh jenis daging hewan, terutama hewan pengerat seperti tikus atau marmot.

"Jika Anda memasaknya, maka bakterinya akan mati. Sehingga Anda tidak akan memiliki masalah," pungkas Gosnell.

Kasus yang sama juga menimpa seorang remaja asal India. Ia harus kehilangan nyawanya setelah menyantap daging babi, dalam kondisi setengah matang. Sehingga bagian otaknya dipenuhi oleh cacing parasit yang berbahaya.

Baca Juga: Makan Daging Babi Setengah Matang, Remaja di India Ini Kehilangan Nyawanya (sob/odi)