5 Penangkal Virus Corona Tak Masuk Akal, Minum Spiritus dan Hand Sanitizer

Riska Fitria - detikFood Senin, 29 Jun 2020 15:00 WIB
Penangkal virus corona yang tak masuk akal Penangkal virus corona yang tak masuk akal Foto: Istimewa
Jakarta -

Sebagai pencegahan virus corona, banyak orang rela melakukan hal nyeleneh dan tidak masuk akal. Mereka yang melakukan itu biasanya termakan kabar bohong.

Mewabahnya virus corona menjadi ketakutan terbesar bagi orang di seluruh dunia. Karenanya orang-orang akan melakukan hal apapun sebagai bentuk pencegahan virus corona. Namun, banyak berita bohong atau hoax yang beredar tentang pencegahan virus corona.

Seperti cairan desinfektan, hand sanitizer, antiseptik dan semacamnya. Cairan pembersih tersebut mungkin bisa membasmi virus corona, tetapi cara menggunakannya tidak untuk dikonsumsi.

Sayangnya, banyak orang yang mempercayai kabar tersebut hingga akhirnya merasakan efek yang mengejutkan seperti keracunan hingga mengalami kebutaan bahkan tewas.

Berikut ini detikcom merangkum kejadian-kejadian nyeleneh yang dilakukan orang-orang sebagai pencegahan virus corona. Mulai dari minum spirtus hingga merendam makanan dengan air dan sabun.

1. Rendam Makanan Pakai Air Sabun

Penangkal virus corona yang tak masuk akalPenangkal virus corona yang tak masuk akal Foto: Twitter @EvieLancaster

Panik akan virus corona membuat ibu yang satu ini memilih untuk merendam semua bahan makanannya ke dalam air sabun. Kelakuan nyeleneh dalam pencegahan virus corona tersebut diceritakan oleh anaknya sendiri, Evie Lanscaster.

Melalui cuitannya di Twitter @EvieLancaster, Evie mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan bak mandi berisikan bahan makanan sedang direndam dalam air sabun. Makanan tersebut ada mulai dari sayuran kembang kol, brokoli, tomat, es krim dan lainnya.

Bahkan ada beberapa makanan yang tidak dikemas menggunakan plastik atau wadah sama sekali. Meskipun ada juga yang dikemas tetapi ide untuk merendam makanan menggunakan air dan sabun adalah ide buruk.

Seorang Profesor dan Spesialis Keamanan Makanan di North Carolina State University, Benjamin Chapman mengatakan bahwa partikel dalam sabun jika masuk ke dalam perut akan mengakibatkan keracunan. Cara terbaik cukup dengan mencucinya dengan air.

Baca Juga : Takut Virus Corona, Ibu Ini Rendam Bahan Makanan pakai Air Sabun di Bak Mandi

2. Semprot Sabun Antiseptik ke Makanan

Penangkal virus corona yang tak masuk akalPenangkal virus corona yang tak masuk akal Foto: iStock

Pencegahan virus corona dengan menyemprotkan sabun antiseptik ke makanan ini dilakukan oleh wanita di Inggris. Kejadian nyeleneh ini dilaporkan oleh seorang komentator politik bernama Kevin Maguire di Twitter.

Rupanya, wanita tersebut menyemprotkan sabun antiseptik ke makanan setelah menonton pernyataan Presiden Amerika Serikat, Trump yang menyarankan orang-orang untuk minum desinfektan. Sebagian orang menganggap itu hanya sebagai sarkasme.

Namun, sebagian lain justru mempercayainya, seperti wanita di Inggris ini. Wanita itu lantas menyemprotkan makanan dengan cairan Dettol, lalu memakan makanan tersebut setelah menonton Trump.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) bahkan telah memperingatkan agar warga tidak meminum cairan desinfektan karena tentunya berbahaya untuk tubuh daripada bisa menyembuhkan apapun.

3. Minum Spiritus hingga Tewas

Penangkal virus corona yang tak masuk akalPenangkal virus corona yang tak masuk akal Foto: iStock

Ada yang tak kalah tragis, puluhan orang di Iran tewas keracunan spiritus karena termakan hoax. Ada sebuah pernyataan sesat yang menyebut bahwa minum spirtus dapat dijadikan sebagai pencegahan virus corona. Tanpa pikir panjang orang-orang di Iran pun langsung melakukannya.

Melansir dari AFP (9/2), ada sekitar 20 orang yang meninggal di Provinsi Khuzestan, dan 7 orang lainnya yang meninggal ada di Kota Alborz. Sementara ratusan lainnya dalam keadaan kritis di rumah sakit. Bahkan di antara mereka ada yang mengalami kebutaan.

Mereka dilaporkan tewas karena keracunan spirtus yang kandungannya terdapat metanol atau metil alkohol. Hoax tersebut beredar luas di Internet di Khuzestan. Tanpa pengecekan ulang, orang-orang di sana lantas mempercayainya begitu saja.

Selanjutnya
Halaman
1 2