5 Mitos Proses Peragian saat Membuat Tape Ketan, Yuk Simak!

Riska Fitria - detikFood
Senin, 29 Jun 2020 09:00 WIB
Tape Uli Cisalak 1957
Mitos proses peragian saat membuat tape ketan Foto: iStock

4. Tidak Boleh Kotor

Tape Uli Cisalak 1957Tape Uli Cisalak 1957 Foto: iStock

Ada juga yang menyebut bahwa saat proses peragian tidak boleh dalam keadaan kotor. Seseorang tersebut hasil dalam keadaan bersih dan suci. Karenanya banyak yang menyebut sebelum melakukan peragian mereka harus mandi, keramas dan berwudhu.

Selain itu, selama proses fermentasi yang bisa memakan waktu berhari-hari juga ada mitosnya. Selama waktu itu, pasangan suami istri yang melakukan proses peragian tidak boleh melakukan hubungan intim.

Banyak yang mengatakan jika sepasang suami istri yang melakukan proses peragian, kemudian mereka berhubungan intim selama proses fermentasi akan membuat tape ketan menjadi berlendir. Percaya atau tidak mitos ini juga terjadi pada proses peragian makanan lainnya.

5. Tidak Boleh Berisik

Tape Ketan PutihTape Ketan Putih Foto: Dok. Riska Nurul Aini

Ada mitos yang tak kalah unik saat proses peragian, yaitu tidak boleh berisik. Intinya saat menaruh ragi pada adonan tape ketan, tidak boleh bersuara sedikitpun bahkan diajak ngobrol.

Mereka diperbolehkan berbicara ketika proses peragian sudah selesai. Banyak yang menyebut bahwa mitos ini berhubungan pada tingkat fokus seseorang.

Terlalu banyak mengobrol bisa jadi membuat seseorang kurang fokus, sehingga saat menaruh ragi tidak dilakukan secara benar.

Baca Juga : Resep Pembaca : Tape Ketan Putih


(raf/adr)