Temukan Rambut di Makanan Tanda Akan Panjang Umur?

Devi Setya - detikFood Minggu, 21 Jun 2020 16:00 WIB
rambut di makanan Foto: iStock
Jakarta -

Menemukan rambut pada makanan hal biasa. Beberapa orang pernah menemukan sehelai rambut pada makanan yang disantapnya. Namun, ada mitos soal temuan rambut di makanan.

Rambut yang ada di makanan biasanya baru disadari saat makanan sudah disantap sebagian. Kecilnya ukuran helai rambut membuat orang tidak menyadari ada benda yang seharusnya tidak ada di dalam makanan.

Rambut yang terlihat berada di dalam makanan biasanya membuat selera makan menghilang karena memikirkan kebersihan makanan. Berbagai asumsi pun terlintas di kepala, pertanyaan soal pemilik rambut dan kondisi kebersihan rambut dan pasti langsung menghantui pikiran. Apalagi jika rambut sudah sempat ikut masuk ke dalam mulut bersama makanan.

rambut di makananrambut di makanan Foto: iStock


Baca juga : Agar Rambut Tak Lepek Berminyak Jangan Terlalu Sering Konsumsi 5 Makanan Ini


Di balik temuan rambut pada makanan, orang Indonesia punya mitos yang berkembang luas. Para orang tua mengatakan kalau menemukan rambut pada makanan itu tandanya akan memiliki umur panjang.

Mitos ini tak perlu jadi perdebatan karena jelas tidak ada hubungannya dan tidak ada bukti yang menunjukkan mitos ini. Tapi yang perlu jadi perhatian adalah tingkat kebersihan makanan dan bahayanya rambut saat tercampur makanan atau tertelan.

1. Menyebabkan sakit perut
Rambut yang tertelan bersama makanan bisa menjadi pemicu sakit perut. Alasan utamanya karena rambut mengandung bakteri yang membuat sistem pencernaan terganggu.

Secara umum, rambut kepala berada di bagian luar tubuh yang terbuka. Jika tidak dilindungi penutup maka rambut akan mudah terpapar kotoran dan bakteri. Menurut Maria Colavincenzo, seorang dematolog di Northewestern University, rambut ditakutkan mengandung bakteri staphylococcus yang jika masuk ke dalam perut akan menyebabkan diare.

rambut di makananrambut di makanan Foto: iStock


Baca juga : 9 Mitos Makanan yang Populer Sebagai Anti Virus COVID-19


2. Pemicu keracunan makanan
Dilansir dari Times of India, rambut manusia dikategorikan sebagai kontamnan mikrobiologi karena berpotensi menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme. Jika mikroorganisme pada rambut ini masuk dan tercampur pada makanan maka bisa jadi pemicu keracunan.

Hal ini disebabkan karena rambut biasanya mengandung minyak, keringat, zat pewarna atau sampo. Belum lagi bagi orang yang malas menjaga kebersihan rambut, bukan tidak mungkin akan ada kotoran atau hewan kecil seperti kutu yang ikut masuk ke dalam makanan.

3. Membuat tak nyaman
Rambut yang bentuknya memanjang akan mengganggu proses makan. Jika menemukan rambut di piring maka akan langsung otomatis merusak selera makan. Rambut yang belum termakan, bisa langsung dibuang.

Lain ceritanya saat rambut ikut termakan, helai rambut yang bertekstur kuat akan menyulitkan proses mengunyah. Rambut akan tersangkut di sela gigi dan membuat proses makan jadi tak nyaman.



Simak Video "Rambut Nenek Desa Kesambi Meroket ke Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/dvs)