9 Mitos Makanan yang Populer Sebagai Anti Virus COVID-19

Odilia WS - detikFood Senin, 04 Mei 2020 04:00 WIB
Studio shot on white background with natural reflections of fresh and dried turmeric. (crcuma Longa) kurkum Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi virus COVID-19 melanda seluruh dunia. Informasi soal makanan untuk melawan virus inipun bermunculan. Ini beberapa mitos dan faktanya.

Meski sudah tersebar di ratusan negara dan menelan jutaan korban hingga saat ini belum ada obat dan vaksin virus COVID-19. Satu-satunya cara bertahan adalah dengan menjaga imunitas tubuh lewat makanan. Karenanya banyak bersliweran informasi makanan untuk cegah virus COVID-19 ini.

Untuk Indonesia sesuai rilis Kementrian Kesehatan RI per tanggal 2 Mei kasus positif Corona mencapai 10.843, meninggal dunia 831 dan sembuh 1.665. Meskipun pertambahan kasus positif nasional mulai melambat tetapi penyebaran di berbagai wilayah mulai terdeteksi.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui biro media memberikan banyak klarifikasi soal informasi makanan dan obat herba yang disbeut-sebut ampuh atasi virus COVID-19. Banyak juga orang di dunia percaya bahwa virus bisa menyebar melalui makanan. Padahal sudah ditegaskan WHO hal tersebut tidak benar.


Beberapa mitos soal makanan ini berkembang dan populer di masyarakat dan banyak pula yang mempercayai. Dilansir dari ndtv (01/5), berikut ini beberapa mitos dan fakta soal makanan dan virus COVID-19 atau Corona.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4


Simak Video "Palekko hingga Pisang Ijo, Menu Buka Puasa Relawan di Sulawesi"
[Gambas:Video 20detik]