Meski Dikecam, 5 Negara Ini Masih Konsumsi Daging Kucing

Sonia Basoni - detikFood Rabu, 17 Jun 2020 10:30 WIB
Negara Konsumsi Daging Kucing Foto: Metro/TheCatnip/Ist

4. Peru

Negara Konsumsi Daging KucingNegara Konsumsi Daging Kucing Foto: Metro/TheCatnip/Ist


Memang daging kucing bukan menu makanan yang umum di Peru tapi biasanya daging kucing disulap jadi sup atau gulai daging di beberapa wilayah. Seperti di wilayah Chincha Alta dan Huari.

Sementara itu Peru juga punya festival daging kucing yang dikenal dengan nama Saint Efigenia di La Quebrada. Festival ini menunjukkan cara mengolah dan memasak daging kucing.

Tapi di tahun 2013, pemerintah Peru melarang penyelenggaraan El Festival Gastronomico del Gato atau dikenal sebagai festival daging kucing karena dianggap sebagai bentuk kekejaman pada hewan. Namun beberapa warga justru mengkritik keputusan ini karena daging kucing dianggap lebih bernutrisi dari kelinci atau bebek.

5. Hawaii

Negara Konsumsi Daging KucingNegara Konsumsi Daging Kucing Foto: Metro/TheCatnip/Ist


Hawaii masuk ke dalam salah satu bagian di Amerika Serikat yang mengonsumsi daging anjing dan kucing. Dalam beberapa laporan yang ada banyak orang di Hawaii yang menyantap daging kucing liar yang mereka temukan di jalanan.

Banyak juga hewan peliharaan seperti anjing dan kucing yang diculik kemudian disembelih untuk dimakan dagingnya. Tentu saja kebiasaan makan ini mendapatkan kecaman dari beberapa pihak.

Pemerintah Hawaii sendiri sudah berusaha untuk membuat larangan konsumsi daging kucing di pulau itu. Namun sayangnya kebijakan ini tidak bisa disetujui karena paparannya terlalu kecil.

Baca Juga: Sadis! Warga China Konsumsi Kucing dan Kulitnya Dijadikan Jaket

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua

(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com