Meski Dikecam, 5 Negara Ini Masih Konsumsi Daging Kucing

Sonia Basoni - detikFood Rabu, 17 Jun 2020 10:30 WIB
Negara Konsumsi Daging Kucing Foto: Metro/TheCatnip/Ist

2. Vietnam

Negara Konsumsi Daging KucingNegara Konsumsi Daging Kucing Foto: Metro/TheCatnip/Ist



Sama seperti China, daging kucing juga jadi kuliner primadona di Vietnam. Sampai tahun 2015 lalu masih banyak orang yang menyantap daging kucing meski pemerintah sudah melarangnya dan termasuk ke dalam tindakan ilegal.

Tapi hingga saat ini masih banyak restoran yang menyajikan daging kucing di menu mereka. Salah satunya hidangan 'tieu ho' atau diartikan sebagai bayi macan, namun alih-alih menggunakan bayi macan hidangan ini menggunakan kucing.

Pemerintah kota Hanoi sudah mengambil langkah yang tegas di tahun 2018 untuk menghentikan perdagangan dan konsumsi daging kucing. Namun hingga tahun 2020 ini masih banyak orang yang mencuri atau meracuni kucing untuk diambil dagingnya.

3. Italia

Negara Konsumsi Daging KucingNegara Konsumsi Daging Kucing Foto: Metro/TheCatnip/Ist


Banyak yang tidak tahu bahwa daging kucing juga sempat populer di wilayah Eropa salah satunya di Italia. Pada tahun 2010 lalu ada acara memasak di televisi yang dibintangi oleh penulis makanan terkenal bernama Beppe Bigazzi.

Beppe bilang bahwa pada saat wabah kelaparan di Italia pada era Perang Dunia II, menu sup daging kucing sangat populer dan digemari di wilayah Valdarno, Tuscany. Meski ia bilang hanya candaan semata tapi Beppe mengatakan bahwa memang pada saat kelaparan banyak orang Italia menyantap daging kucing.

Banyak juga streotipe tentang konsumsi daging kucing yang melekat di wilayah Vicenza. Sementara itu dalam buku kuliner 'Butchers' Advocate, Dressed Poultry and the Food Merchant' yang terbit tahun 1904, sebelum natal kebanyakan pria muda di Italia memburu kucing untuk dibunuh dan dan dimasak sebagai menu natal.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com