Mengenal Sego Berkat, Nasi Bungkus Daun Jati yang Populer untuk Hajatan

Yenny Mustika Sari - detikFood Senin, 15 Jun 2020 06:00 WIB
Sego berkat Foto: dok. detikFood/Yenny Mustika Sari
Jakarta -

Sego berkat atau nasi berkat kerap disajikan saat hajatan oleh masyarakat Jawa. Selain itu, lauk dan bahan untuk membungkusnya juga menarik untuk dibahas.

Sego berkat merupakan nasi bungkus dengan beragam lauk pauk yang biasa disajikan saat hajatan masyarakat Jawa Tengah. Jika biasanya setelah pulang dari hajatan orang yang datang mendapatkan souvenir berupa pernak-pernik, kalau masyarakat Jawa Tengah menyediakan sego berkat ini sebagai souvenirnya.

Ada banyak macamnya, ada yang dikemas menggunakan besek, wadah kardus, dan yang secara tradisional menggunakan daun jati atau pisang. Namun masyarakat Jawa Tengah khususnya Pacitan dan Wonogiri lebih menyukai membungkusnya dengan daun jati. Mereka kerap menyebutnya dengan sego berkat godhong jati (nasi berkat daun jati).

Daun jati di daerah tersebut mudah sekali ditemui. Bahkan di sekitaran rumah warga juga banyak terdapat pohon jati. Sego berkat godhong jati ini punya lauk yang beragam, biasanya terdiri dari bihun goreng, semur daging, oseng lombok (oseng kentang dan cabai), baceman tahu, tempe, dan telur.

detikFood merangkum 5 fakta menarik seputar sego berkat, mulai dari asal-usul hingga politisi yang menyukainya.

Baca Juga: 5 Kreasi Nasi Enak Ini Gampang Dibuat di Rice Cooker

1. Asal Usul Sego Berkat

Sego berkatSego berkat Foto: dok. detikFood/Yenny Mustika Sari

Sego berkat yang bahasa Indonesianya adalah nasi berkat sebenarnya bukan makanan baru. Banyak orang mengetahui sego berkat dikemas menggunakan wadah kardus atau besek. Biasanya disajikan saat hajatan atau acara selamatan.

Namun sego berkat ini aslinya datang dari tanah Jawa, tepatnya di daerah Pacitan dan Wonogiri. Bukan menggunakan wadah kardus atau besek, sego berkat ini aslinya dibungkus daun jati. Apalagi di daerah asalnya daun jati mudah sekali ditemui, bahkan banyak terdapat di sekitaran rumah warga.

Tak hanya dijadikan untuk sajian hajatan, sego berkat juga banyak dijual di kios-kios kecil. Biasanya dijual sebagai menu sarapan. Harga yang ditawarkan para penjual terbilang murah. Di Pacitan, misalnya, Anda bisa menemukan sego berkat yang dibanderol mulai dari Rp 5.000.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com