Ganja Jadi Bumbu Masak dan Obat Herbal di Indonesia Sejak Zaman Dulu

Devi Setya - detikFood Kamis, 04 Jun 2020 17:00 WIB
Traditional Aceh Food Kuah Beulangong / traditional Acehnese cuisine made from meat mixed with jackfruit and eaten with white rice Foto: Getty Images/iStockphoto/Riza Azhari
Jakarta -

Ganja masuk sebagai daftar narkoba yang dilarang penggunaannya di Indonesia. Tapi dari catatan sejarah, ternyata ganja sudah jadi bumbu masak sejak berabad lalu.

Daun ganja dilarang keras digunakan karena memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Ganja juga termasuk psikotropika yang memberi efek 'euforia' pada pemakainya. Biasanya ganja dikeringkan dan digunakan dengan cara dibakar seperti rokok.

Di Aceh, ganja termasuk tanaman yang bisa tumbuh subur. Tak heran kalau banyak ladang ganja yang ditemukan oleh pihak berwajib. Dalam dunia kuliner, ganja juga disebut-sebut sebagai tambahan bumbu masak pada hidangan tradisional khas Aceh.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta dan mitos penggunaan ganja pada masakan Indonesia.

1. Sejarah ganja di Indonesia

Traditional Aceh Food 'Kuah Beulangong' / traditional Acehnese cuisine made from meat mixed with jackfruit and eaten with white riceTraditional Aceh Food 'Kuah Beulangong' / traditional Acehnese cuisine made from meat mixed with jackfruit and eaten with white rice Foto: Getty Images/iStockphoto/Riza Azhari


Tidak ada yang tahu pasti kapan ganja pertama kali masuk ke Indonesia. Secara global, ganja disebut sebagai tanaman yang berasal dari dataran tinggi Tibet tepatnya di Danau Qinghai. Hal ini tercatat dalam jurnal Vegetation History and Archaeobotany.

Sementara dalam Kamus Sejarah Indonesia mengatakan ganja berasal dari Laut Kaspia dan mulai ditemui di Jawa pada abad ke-10. Tanaman ganja juga bukanlah tanaman asli Indonesia jadi disinyalir ada yang membawa bibit ganja ke Indonesia di masa lampau.

Baca juga : Kisah Ganja dan Makanan, Mulai dari Permen hingga Kafe Ganja Legal


2. Perkembangan ganja di Indonesia

Dilansir dari BBC (6/4) Inang Winarso selaku Direktur Eksekutif Yayasan Sativa Nusantara mengatakan kalau ganja pertama kali dibawa oleh pedagang dan pelaut Gujarat dari India ke Aceh. Hal ini diperkirakan terjadi pada abad ke-14.

Saat itu ganja digunakan sebagai alat pembayaran. "Ganja ditukar cengkeh, kopi, lada dan rempah lainnya," kata Inang. Sementara di Mojokerto ada Candi Kendalisodo yang memiliki pahatan berbentuk daun ganja.

Saat itu ganja diklaim sebagai bahan untuk ritual keagamaan Hindu. Hal ini sekaligus membuktikan kalau ganja lebih dulu dikenal di Jawa sebelum masuk dan digunakan di Aceh.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Tradisi Nimung Rame, Bentuk Syukur Masyarakat di Pulau Sumbawa "
[Gambas:Video 20detik]