Borong Boba 20 Kg, Wanita Ini Ditipu Penjual Soal Tanggal Kadaluarsanya

Riska Fitria - detikFood Minggu, 03 Mei 2020 10:00 WIB
- Foto: Istimewa
Jakarta -

Tergiur dengan penawaran menarik, seorang wanita sampai memborong 20 kilogram boba. Namun, ia dibuat kesal karena ditipu penjual soal tanggal kadaluarsanya.

Melalui sebuah unggahan di Facebook seorang wanita bernama Samantha Rachel menceritakan pengalaman tidak menyenangkan ketika membeli boba di situs belanja online. Boba tersebut ia beli dari distributor lokal yang dikenal dengan nama Acorn.

Awalnya ia tergiur dengan penawaran sang penjual yang mengatakan bahwa bola-bola tapioka yang dijual tersebut memiliki tanggal kadaluarsa sekitar 6 bulan. Saat itu, ia berpikir bahwa ide bagus untuk memborong boba tersebut.

-- Foto: Istimewa

Mengingat kondisi yang mengharuskan orang-orang berada di rumah dalam waktu yang tidak tentukan. Kemudian, ia pun membeli boba tersebut. Tak tanggung-tanggung ia sampai membeli sekitar 20 kilogram.

Dengan begitu ia bisa memanfaatkan waktu luang selama di rumah aja dengan menikmati bubble tea dan boba. Selain itu ia juga berniat untuk membagikan boba-boba tersebut kepada keluarga dan teman-temannya.

Boba-boba itu dikemas dalam satu kardus yang terdiri dari enam paket boba. Masing-masing paket boba itu memiliki berat sekitar tiga kilogram. Pesanan boba yang ia pesan pada Rabu (23/04) pun tiba di rumahnya pada (28/04).

-- Foto: Istimewa

Baca Juga : Kasihan! Ini Kisah-kisah Driver Ojol yang Tertipu Order Makanan Fiktif

Begitu membuka paket boba pesanannya ia dibuat murka ketika melihat tanggal kadaluarsanya hanya sampai 20 Mei 2020. Padahal si penjual mengatakan kadaluarsanya masih 6 bulan lagi.

Itu berarti ia harus menghabiskan boba sebanyak 20 kilogram dalam waktu singkat dan itu tidal mungkin. Karena merasa dibohongi ia pun langsung menghubungi si penjual untuk meminta pertanggungjawaban.

"Ini gak mungkin saya bisa menghabiskannya dalam waktu singkat. Pas saya hubungi penjual, ia bukannya membantu, tetapi justru membela diri," tulis Samantha, seperti yang dikutip dari laman Facebooknya.

Samantha memperlihatkan bukti percakapan antara dirinya dan si penjual boba melalui pesan Whatsapp. Dalam percakapan tersebut, si penjual mengatakan bahwa Acorn memiliki pelanggan yang mampu menghabiskan boba dalam waktu tiga hari. Itu seakan menuntut Samantha untuk melakukan hal yang sama.

Samantha berniat untuk menukar balik boba dengan uang. Namun, si penjual menolak dengan alasan mereka tidak menerima pengembalian produk kecuali untuk produk yang rusak atau kadaluarsa.

-- Foto: Istimewa

Karena tanggal kadaluarsa pada boba pesanan Samantha belum benar-benar habis, makna si penjual menolak untuk mengembalikan uang.

Unggahan Samantha tersebut kemudian menjadi viral karena dibagikan hampir 600 kali. Sementara daftar produk boba yang ia beli di situs web Acorn tidak lagi tersedia.

Samantha curiga bahwa si penjual sengaja berbohong soal tanggal kadaluarsa demi mengambil keuntungan untuk membuat produk laku terjual. Unggahan tersebut pun banyak ditanggapi oleh netizen.

-- Foto: Istimewa

"Dia minta kamu cepat-cepat habiskan boba sebelum kadaluarsa, mana mungkin itu bisa bikin diabetes!," tulis netizen.

"Mereka sangat tidak bertanggung jawab. Seberapa cepat pelanggannya dapat mengkonsumsi juga bukan masalah mereka. Yang terpenting adalah kejujuran soal tanggal kadaluarsa," tulis netizen lainnya.

Beruntung kasus yang dialami oleh Samantha ini ditangani oleh pihak Direktur. Melalui Facebooknya, Samantha mengatakan bahwa Direktur Acorn telah mengirimi email dan meminta maaf. Mereka juga bertanggung jawab dengan menukar produk dengan tanggal kadaluarsa lebih lama.

Baca Jauga : Lagi! Driver Ojol Tertipu Order Makanan Harga Rp 1 Juta



Simak Video "Icip-icip Sandwich Subway di Citos"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com