Bakery Ini Jual Ragi Roti Sourdough Berumur 23 Tahun!

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Minggu, 03 Mei 2020 18:00 WIB
Ragi roti sourdough Foto: Istimewa
Jakarta -

Pembuatan roti sourdough identik dengan ragi alami yang jadi biangnya. Secara khusus, bakery ini menjual ragi bernama 'George' yang sudah hidup 23 tahun.

Sourdough adalah jenis artisan bread populer di dunia. Roti ini identik dengan aroma dan rasanya yang asam. Untuk membuatnya diperlukan peran ragi alami untuk mengembangkan adonan, meski sebenarnya bisa pakai ragi instan.

Ragi alami membutuhkan waktu lama untuk dibuat. Ragi ini pun bisa terus dikembangbiakkan dalam waktu lama, bahkan puluhan tahun. Buktinya bakery populer di Sydney, Bourke Street Bakery sudah menyimpan ragi alami sourdough selama 23 tahun.

Ragi roti sourdoughRagi roti sourdough Foto: Istimewa

Baca Juga: Si Asam Lembut Sourdough yang Jadi Incaran Banyak Orang

Ragi itu diberi nama 'George'. Penggunaan pertamanya pada musim semi tahun 1997. Sejak saat itu, George berperan dalam pembuatan ragam roti dan baguette di Bourke Street Bakery.

Kini George dijual untuk masyarakat yang tertarik membelinya. Harganya USD 8.5 atau sekitar Rp 126.500 untuk ukuran 150 gram. Pembelian via online ini hanya berlangsung tiap Selasa dan Jumat.

Ragi roti sourdoughRagi roti sourdough Foto: Istimewa

Selain ragi alami, Bourke Street Bakery juga menjual tepung terigu 2,5 kg bersertifikat dan ragi segar. Pihaknya mengklaim bahan-bahan pembuatan roti adalah yang terbaik. Roti juga masih dibuat handmade dengan teknik tradisional.

Terkait pemakaian ragi pada sourdough, seorang blogger asal Inggris pernah jadi perbincangan karena mengganti ragi dengan cairan vaginanya sendiri! Ia mengambilnya menggunakan dildo.

Blogger bernama Zoe Stavri itu mengatakan mikroorganisme dalam cairan vaginanya hidup dan membantu mengembangkan adonan roti sourdough. Banyak netizen memprotes aksinya karena dianggap menjijikkan.

Ragi roti sourdoughRagi roti sourdough Foto: Istimewa

Menanggapi hal ini, Debryna Lumanauw selaku dokter dan pencinta sourdough mengatakan dari sisi kesehatan hal tersebut tidak membahayakan. Pemakaian ragi sourdough dari cairan vagina juga akan menghasilkan rasa sourdough seperti pada umumnya.

Meskipun terbilang aman, tetapi membuat roti sourdough dengan campuran cairan vagina sebagai ragi bukan berarti disarankan. Debryna menjelaskan, manusia akan memilih makanan yang menurut mereka masuk akal.

Baca Juga: Bikin Roti Sourdough Pakai Cairan Vagina, Ini Kata Ahli!



Simak Video "Si Asam Lembut Sourdough yang Jadi Incaran Banyak Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)