Diganggu Debt Collector, Keluarga Ini Harus Bayar Pesanan Makanan Rp 9 Juta

Sonia Basoni - detikFood Rabu, 15 Apr 2020 15:00 WIB
- Foto: Istimewa
Jakarta -

Satu keluarga di Singapura harus membayar pesanan makanan yang dikirimkan ke rumah mereka oleh debt collector. Pesanan makanan ini harganya hampir Rp 9 juta.

Di tengah kondisi wabah COVID-19 di Singapura, para penagih hutang atau debt collector masih memiliki cara untuk menagih hutang tanpa harus tatap muka. Salah satu caranya dengan memesan banyak makanan ke alamat orang yang akan ditagihnya.

Baca Juga: Curhatan Wilandini Diteror 11 Order Fiktif Makanan dalam Sehari!

-- Foto: Istimewa

Dilansir dari Asia One (15/04), seorang debt collector atau penagih utang dikabarkan mengirimkan banyak makanan ke rumah satu keluarga yang berada di Yishun, Singapura. Keluarga yang tak tahu apa-apa tentang masalah hutang piutang ini dipaksa membayar setiap pesanan makanan yang menggunakan alamat mereka.

Ketika ditotal keluarga malang ini harus mengeluarkan uang sebanyak SGD 800 (Rp 8,8 juta) untuk membayar semua pesanan makanan yang datang. Debt collector itu juga mengancam keluarga tersebut lewat telepon untuk segera membayar hutang mereka.

Menurut sang suami dari keluarga yang identitasnya dirahasiakan ini, debt collector itu sebenarnya mencari adiknya yang meminjam uang dari sana. Adiknya memang dulu tinggal di alamat ini, tapi sudah pindah sejak tujuh tahun yang lalu dan sang adik juga membantah bahwa ia pernah meminjam uang dari debt collector.

-- Foto: Istimewa

Tapi debt collector itu tetap saja mengganggu keluarganya. Pertama kali pesanan makanan yang datang ada dari McDonald's pada siang hari, awalnya mereka berpikir bahwa makanan itu salah alamat tapi petugas pengantar makanan mengatakan bahwa alamat yang dituju memang ke rumah mereka.

Kemudian petugas pengantar itu menghubungi nomor pemesanan yang ternyata nomor debt collector. Setelah dijelaskan bahwa adiknya sudah pindah, debt collector itu malah marah dan menuduh mereka berbohong.

Keluarga ini sempat melaporkan aksi debt collector tersebut ke polisi lewat situs online. Namun rupanya pesanan makanan terus datang, dua di antaranya dari restoran khas China yang berbeda.

-- Foto: Istimewa

Satu bon pesanan makanan tersebut bisa mencapai SGD 288 (Rp 3,1 juta) hingga SGD 402 (Rp 4,4 juta).

Ada beberapa restoran yang memutuskan untuk membantu keluarga ini sehingga mereka tak perlu membayar tagihan makanan.

"Meski sedang dalam kondisi sulit karena pandemi ini, tapi pihak restoran memutuskan untuk membawa kembali pesanan makanan fiktif ini," tutur salah satu pemilik restoran.

Debt collector itu kembali mengancam bahwa kiriman makanan ini hanya permulaan saja. Sementara pihak kepolisian sudah menginvestigasi kasus ini.

Baca Juga: Ya Ampun! Bocah Ini Lakukan Order Fiktif Makanan Sampai 185 Kali



Simak Video "Es Timun Suri Cincau, Segar dan Manis untuk Buka Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)