ADVERTISEMENT

Imbas Corona Petani Ini Berikan Strawberry Untuk Sapinya

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 08 Apr 2020 10:30 WIB
-
Foto: Istimewa
Jakarta -

Jelang musim panas biasanya permintaan produk buah premium di India meningkat. Namun karena COVID-19, para petani memberikan strawberry hasil panen ke sapi.

Sama seperti negara lainnya, India juga mengalami penurunan ekonomi di berbagai sektor karena COVID-19. Salah satunya di bidang pertanian di mana para petani tidak bisa menjual hasil panen mereka karena sepinya pembeli.

Baca Juga: Mulia! Pensiunan Ini Beri Makan 131 Buruh Terlantar Selama India Lockdown

-- Foto: Istimewa

Dilansir dari India Today (07/04), karena tidak bisa menjual hasil panen akhirnya para petani memberikan buah hingga sayur premium untuk sapi-sapi yang mereka pelihara.

Salah satunya ada buah strawberry dan sayuran brokoli yang jumlahnya sangat banyak.

"Turis dan produsen es krim merupakan pembeli utama buah strawberry hasil panen kami. Tapi karena virus corona sekarang tidak ada turis yang datang," jelas petani buah premium bernama Anil Salunkhe yang berasal dari Satara, Mumbai.

-- Foto: Istimewa

Awalnya Anil berharap dia bisa menghasilkan uang sebanyak Rs 800,000 (Rp 172 juta) dari hasil panennya. Namun sepinya pembeli membuatnya rugi mencapai Rs 250,000 (Rp 53 juta).

Agar buah strawberrynya tidak busuk dan terbuang sia-sia, Anil memutuskan untuk memberikannya kepada sapi-sapi miliknya. Karena sulit bagi Anil untuk mengirim hasil panennya ke kota ketika India masih menerapkan sistem lockdown.

Selain Anil ada juga petani bernama Munishamappa yang berasal dari Bengaluru bernasib sama. Bedanya Munish membagikan hasil panennya berupa buah-buahan secara gratis untuk para tetangganya.

Namun hanya sedikit orang yang mau mengambil buah hasil panennya, sehingga ia harus membuang sekitar 15 ton anggur yang membusuk di hutan sekitar. Munish mengalami kerugian mencapai Rs 500,000 (Rp 107 juta) karena hal ini.

Sementara petani lainnya bernama Ajay Jadhav yang menjual basil, selada, dan bokchoy ke supermarket mengatakan bahwa para tetangganya saja tidak mau mengambil sayuran hasil panennya meski gratis.

-- Foto: Istimewa

Alasannya karena para petani ini membagikan produk sayuran dan buah premium yang tidak pernah didengar warga sebelumnya.

"Saya tidak memiliki pilihan lain untuk merubah sayuran ini menjadi pupuk. Karena warga desa di sini tak tahu tentang sayuran-sayuran premium ini," pungkas Ajay.

Hal ini juga disebabkan proses ekspor buah-buah dari India ke Eropa yang menurun drastis selama beberapa minggu terakhir karena COVID-19.

Baca Juga: Dampak Virus Corona, Harga Nangka Muda Lebih Mahal Dari Ayam



Simak Video "Gemasnya Bakpao Karakter Khas Imlek di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT