Bukan Menu Sarapan, Ini Kisah Unik Dibalik Bubur Ayam HI yang Legendaris

Devi Setya - detikFood Minggu, 15 Mar 2020 09:00 WIB
bubur hi Foto: Devi S. Lestari/detikFood
Jakarta -

Bubur ayam selalu dikaitkan dengan menu sarapan tapi berbeda dengan bubur ayam HI yang populer sejak 1960-an. Bubur ini jadi makanan tengah malam.

Para sosialita yang menghabiskan masa muda di tahun 1960-1970an pasti mengetahui kalau bubur ayam termahal ada di Hotel Indonesia. Ya, bubur ayam legendaris ini dulunya dikenal sebagai bubur ayam termahal. Dahulu semangkuk bubur ini harganya Rp 1.000 padahal bubur lainnya hanya dibanderol Rp 10.

Banyak yang penasaran dengan asal usul bubur ayam ini dan apa yang membuat harganya mahal namun tetap diburu banyak orang. Ternyata di awal kemunculannya, bubur ayam HI bukanlah menu makanan sarapan.

Bukan Menu Sarapan, Ini Kisah Unik Dibalik Bubur Ayam HI yang LegendarisFoto: Devi S. Lestari/detikFood


Baca juga : Bubur Legendaris HI Kembali Hadir di Jakarta


Richo Prafitra, Marketing Communication Coordinator Hotel Indonesia Kempinski menceritakan kalau bubur ayam ini dibuat sebagai makanan orang-orang yang selesai berdansa. Kepada detikFood, pria ramah yang akrab disapa Richo ini menjelaskan asal usul si bubur ayam HI.

"Kalau dilihat dari jauh, Hotel Indonesia Kempinski ini punya bagian atas yang bentuknya seperti awan. Di sana itu ada Nirwana Supper Club, tempat hang out sosialita zaman dulu," ujar Richo.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kalau club ini selalu ramai setiap malamnya. Banyak orang berdansa semalaman namun usai dansa tak banyak pilihan makanan. Situs resmi Hotel Indonesia Kempinski menjelaskan kalau bubur ayam ini awalnya tidak masuk dalam menu makanan.

Baru pada tahun 1970-an, Sous Chef Bambang Sugeng membuat menu bubur ayam dan langsung disambut baik oleh para pelanggan. "Jadi orang-orang yang hangover (mabuk) itu lapar, mereka makan bubur ayam dan dibilang enak. Bule-bule juga suka jadilah cepat terkenal," lanjut Richo.

Meski sudah berjalan puluhan tahun, tapi bubur ayam HI tetap diminati hingga saat ini. Bubur ayam gurih dengan kuah kari dan aneka topping ini juga hadir sebagai menu di Signature Restaurant.

Bukan Menu Sarapan, Ini Kisah Unik Dibalik Bubur Ayam HI yang LegendarisFoto: Alchetron


Baca juga : Yuk, Santap Sahur Dengan Bubur HI yang Legendaris!


Bubur ayam yang lembut gurih dilengkapi dengan aneka topping mulai dari ayam suwir, cakwe, daun bawang, bawang goreng, sambal, telur rebus, kacang goreng, kerupuk hingga sambal. Yang membuatnya makin unik, ada juga pelengkap tongcai alias asinan lobak yang kering.

Kini bubur ayam HI sudah tidak lagi jadi makanan tengah malam. Orang-orang bisa menikmati bubur ayam ini sepanjang hari sebagai menu sarapan, makan siang maupun makan malam.



Simak Video "Menjajal Bubur Ayam Bandi yang Eksis Sejak 1998"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)