Netizen Sebut Ayam Geprek di Luar Yogyakarta Tidak Sesuai Pakem, Ini Sebabnya

Yenny Mustika Sari - detikFood Kamis, 13 Feb 2020 12:30 WIB
ayam geprek Foto: Twitter @javafoodie_
Jakarta -

Netizen kembali memperdebatkan makanan, kali ini ayam geprek. Pasalnya ayam geprek dari luar Yogyakarta disebut tidak sesuai pakem yang ada. Kok bisa ya?

Ayam geprek merupakan hidangan berbahan dasar ayam yang digoreng dengan tepung renyah. Setelah matang dan garing, ayam tersebut digeprek (tumbuk) menggunakan ulekan lalu dicampurkan dengan sambal pedas.

Cita rasa ayam geprek yang lezat ini sangat populer di Indonesia. Mengulik asal usul dari ayam geprek ini ternyata berasal dari kota gudeg yaitu Yogyakarta.

Disebutkan dari beberapa sumber, pelopor ayam geprek adalah Warung Ayam Geprek Bu Rum yang kini telah memiliki 6 cabang di Yogyakarta. Cabang utamanya berlokasi di Jalan Wulung, Sleman dan sudah ada sejak 2003.

Ayam geprek di Warung Ayam Bu Rum ini disajikan dalam keadaan yang benar-benar hancur sehingga antara ayam dan sambal bercampur menjadi satu. Untuk menikmatinya juga disertai olahan sayuran.

Baca Juga: Ayam Goreng Digeprek di Atas Sambal Jadi Idola Tahun Ini

Netizen Sebut Ayam Geprek di Luar Yogyakarta Tidak Sesuai Pakem, Ini SebabnyaFoto: Twitter @javafoodie_

Baru-baru ini ayam geprek jadi perdebatan netizen di Twitter. Setelah sebuah akun bernama @javafoodie_ menunggah foto ayam geprek lengkap dengan cuitannya yang bertuliskan, "Silahkan disave buat yang lagi di luar Jogja terus nemu Ayam Geprek, ga sehancur ini gepreknya, tunjukkin biar jualannya ngga jadi Ayam oles sambel doang. Kalau masih ngeyel laporin Bu Rum."

Cuitan @javafoodie_ itu pun mengundang beragam reaksi netizen. Setelah ditulis pada 7 Februari, unggahan tersebut sudah mendapatkan sebanyak 2.647 retweets dan juga 4.806 likes.

Unggahan tersebut juga menyinggung kalau banyak ayam geprek di luar Yogyakarta tidak sesuai pakem atau SOP Warung Ayam Geprek Bu Rum. Karena saat ini ayam geprek yang dijual di kota-kota lain umumnya tidak sampai hancur. Ayam goreng hanya digeprek sekali atau dua kali dan di atasnya diberikan sambal.

Komentar yang disebutkan oleh netizen di cuitan tersebut pun beragam. Ada yang setuju dan suka ayam geprek yang disajikan sampai hancur, namun ada juga yang tidak menyukai ayam geprek sampai hancur.

Netizen Sebut Ayam Geprek di Luar Yogyakarta Tidak Sesuai Pakem, Ini SebabnyaFoto: Twitter @elasrihanda

Seperti komentar @elasrihanda yang mengunggah foto ayam geprek namun tidak terlalu hancur dengan menuliskan caption, "Ayam geprek tipis-tipis," komentar tersebut pun dibalas oleh @javafoodie_ dengan mengatakan, "Aduh kurang semangat gepreknya."

Komentar lain seperti, "Di luar jogja banyak yg gabisa bedain ayam geprek sama ayam penyet. Ga pake tepun dibilang ayam geprek, emg minta dilaporin bu Rum," tulis akun Twitter @petitestardust.

Baca Juga: Ayam Geprek Asix, Bensu, dan Ria Ricis, Mana Paling Mantap?

"Keresahanku terwakilkan. Definisi ayam geprek di jabodetabek emang beda apa penjualnya males," tulis akun Twitter @IQbagus. Kicauan ini dikomentari lagi oleh akun @kolektoroppa, "Bener woy. Beberapa kali beli ayam geprek di Jakarta berasa ayam oles sambal wkwk."

Netizen Sebut Ayam Geprek di Luar Yogyakarta Tidak Sesuai Pakem, Ini SebabnyaFoto: Twitter @KholisNh

Ada juga yang menambahkan komentar tentang sambal yang digunakan sebagai campuran untuk ayam geprek, seperti komentar dari akun Twitter @KholisNh yang mengatakan, "Tambahan, Penjual ayam geprek juga jgn terlalu sok ngide masalah sambel. Sederhana: bawang putih, micin, garem, cabe. Kadang tambahan: trasi + tomat. Gak usah nambahin bawang merah lah, saos lah, bawang bombay lah, kemangi lah ... Hadeeh."

Jadi menurut kalian, lebih enak ayam geprek yang sangat hancur seperti buatan Warung Ayam Geprek Bu Rum atau ayam geprek yang justru tidak terlalu hancur?



Simak Video "Ayam Geprek dan Cake Cendol ala Escalator Coffeehouse "
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)