Waduh! Minyak Kedelai Bisa Memicu Kegemukan dan Depresi

Devi Setya - detikFood Senin, 03 Feb 2020 06:30 WIB
minyak kedelai Foto: iStock
Jakarta -

Banyak alternatif minyak nabati yang diproduksi dan digunakan sehari-hari, termasuk minyak kedelai. Tapi siapa sangka kalau minyak kedelai justru punya dampak negatif.

Berdasarkan berbagai penelitian, minyak kedelai disebut-sebut memberi dampak yang kurang baik untuk kesehatan. Dilansir dari Foodbeast (31/1) minyak kedelai ternyata tidak selalu berdampak baik, minyak ini disinyalir menyebabkan obesitas, mempengaruhi kesehatan jantung serta berkaitan dengan autisme, alzheimer hingga depresi.

Menurut Departemen Pertanian A.S., minyak kedelai sejauh ini merupakan minyak nabati yang paling banyak diproduksi dan dikonsumsi di Amerika Serikat. Penelitian terbaru dari UC Riverside mengungkapkan kalau minyak kedelai punya sederet dampak negatif jika tidak digunakan secara bijak.

Waduh! Minyak Kedelai Ternyata Bikin Gemuk dan Picu DepresiFoto: iStock


Baca juga : Ini 10 Minyak Tersehat yang Baik Dipakai untuk Memasak


Penelitian ini melibatkan tikus jantan yang secara bertahap diberi konsumsi minyak kedelai. Pada tahun 2015, tim peneliti UC Riverside menemukan fakta kalau minyak kedelai memberi pengaruh dalam menyebabkan obesitas, diabetes dan resistensi insulin.

Konsumsi berlebih minyak ini membuat tubuh justru lebih cepat menggemuk. Minyak ini juga membuat bagian hati tikus mengandung lemak berlebih.

Kemudian pada tahun 2017, sebuah penelitian mengungkapkan fakta baru kalau minyak kedelai membuat obesitas dan meresistensi insulin. Dan bulan ini, sebuah penelitian menemukan minyak kedelai memberikan efek nyata pada reaksi hipotalamus.

"Hipotalamus sangat peka terhadap pengaturan berat badan dan berpengaruh terhadap fungsi steroid, glukosa dan suhu tubuh. Bagian ini juga mempengaruhi respon stres," kata Margarita Curras-Collazo, seorang profesor ilmu syaraf UCR dan penulis dalam penelitian ini.

Dalam penelitian ini juga para ilmuwan menemukan fakta kalau minyak kedelai mempengaruhi oksitosin yakni hormon yang berpengaruh pada rasa bahagia. Dari tikus yang dijadikan sampel, para peneliti menemukan hormon oksitosin cenderung menurun setelah konsumsi minyak kedelai.

"Kesimpulannya adalah bahwa lemak jenuh itu buruk dan lemak tidak jenuh itu baik. Minyak kedelai adalah lemak tidak jenuh ganda, namun tetapi minyak ini nyatanya tidak terbukti baik untuk tubuh," ujar Frances Sldek, seorang ahli toksikologi UCR.

Waduh! Minyak Kedelai Ternyata Bikin Gemuk dan Picu DepresiFoto: iStock


Baca juga : Gorengan Lebih Sehat dengan Minyak Canola dan Minyak Kedelai


Penelitian ini sekaligus membuktikan juga kalau minyak kelapa yang mengandung lemak jenuh ternyata justru lebih baik. Minyak kelapa hanya memberi sedikit pengaruh perubahan genetik dalam hipotalamus.

Hasil penelitian belum bisa menjadi patokan karena masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut. Para peneliti harus memastikan dampaknya jika terjadi pada manusia.

Para peneliti juga menegaskan kalau hasil ini ditujukan hanya untuk produk minyak kedelai. Artinya tidak berlaku untuk produk olahan kedelai lainnya seperti susu kedelai, tahu dan tempe.



Simak Video " Melihat Pembuatan Kecap Secara Tradisional"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)