Bukan Perang Saudara, Italia Kini Tengah Perang Cookies Cokelat

Sonia Basoni - detikFood Kamis, 26 Des 2019 18:40 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Cookies atau biskuit cokelat tengah menjadi bahan perdebatan di Italia. Bahkan banyak orang yang menyebut bahwa Italia kini tengah perang cookies cokelat.

Disebut sebagai 'civil war' atau perang saudara, orang-orang di Italia tengah terbelah dua dengan opini berbeda. Bukan karena masalah politik atau hal lainnya, tapi karena masalah cookies dengan isian cokelat, dari dua brand makanan ternama di sana, yaitu Barilla dan Ferrero.

Baca Juga: Sisa Makanan Perang Dunia Ini, Dilelang dengan Harga Fantastis

Dilansir dari NY Times (25/12), Italia merupakan negara yang kaya akan tomat, aneka pasta segar, minyak zaitun, hingga diet khas Mediterania. Tapi selain itu, camilan ringan seperti cookies, sudah menjadi makanan utama bagi anak-anak di Italia.

Anak-anak biasanya menyantap cookies saat sarapan, begitu juga dengan orangtua mereka. Seluruh lorong di supermarket akan dipenuhi dengan berbagai produk cookies untuk sarapan, yang biasanya disebut dengan nama merendine.
Bukan Perang Saudara, Italia Kini Tengah Perang Cookies CokelatFoto: Istimewa

Hampir setiap orang pasti mengonsumsi cookies. Dari sekian banyak produk cookies yang ada di Italia, ada dua produk cookies yang bersaing, bahkan menyebabkan perpecahan di antara penggemar kue manis ini.

Di satu sisi ada produk cookies Pan di Stelle's, yaitu cookies cokelat yang diisi dengan selai hazelnut. Sementara saingannya ada Nutella Biscuits, cookies cokelat dengan selai hazelnut Nutella yang sudah mendunia.

Bagi orang-orang yang sudah mencoba kedua jenis cookies dengan isian selai hazelnut ini, menurut mereka keduanya memiliki rasa yang sama enaknya, dan sulit untuk menentukan mana cookies yang lebih enak.

Perpecahan antara Pan di Stelle's dan Nutella Biscuits semakin panas, ketika politisi ternama Italia, Matteo Salvini mengunggah foto kue yang terbuat dari cookies Pan di Stelle dengan selai cokelat dari Nuttella.
Bukan Perang Saudara, Italia Kini Tengah Perang Cookies CokelatFoto: Istimewa

"Ketika membicarakan perusahaan makanan seperti Barilla dan Ferrero, pasti akan ada perang. Ini merupakan kompetisi antara perusahaan makanan besar di Italia," tutur Michele Boroni, selaku ahli marketing di Milan.

Jika membicarakan sejarahnya, perusahaan Ferrero dikenal sebagai perusahaan makanan asal Italia yang mengubah industri makanan junk food di Italia pada tahun 1964. Ferrero yang menciptakan Nuttella, membuat selai cokelat ini sudah menjadi salah satu budaya kuliner di Italia yang masuk ke dalam budaya populer.

Namun untuk masalah pasar biskuit sarapan di Italia, yang merajai adalah produk dari Barilla. Barilla sendiri didirkan oleh Mulino Bianco, yang namanya sudah menjadi simbol kesempurnaan di Italia.

Pada tahun 1983, Barilla meluncurkan produk Pan di Stelle, yaitu cookies cokelat untuk sarapan, dengan motif bintang yang unik. Cookies ini terbilang sukses besar, hingga membuat Ferrero terus berinovasi agar tidak tersaingi dengan Barilla.

Fererro berhasil menjual 5,9 juta kotak cookies, dalam waktu 4 minggu setelah Nuttella Biscuits diluncurkan. Persaingan juga terus terjadi, ketika Pan di Stelle, menggunakan marketing promo yang menarik.
Bukan Perang Saudara, Italia Kini Tengah Perang Cookies CokelatFoto: Istimewa

Hingga saat ini persaingan dan perang dingin antara Ferrero serta Barilla masih terjadi. Menurut banyak netizen, perang ini tidak akan ada yang memenangkannya karena rasa dan kualitas cookies yang sama.

"Ini mirip seperti perang antara Pepsi dan Coca-Cola, hanya saja perang ini lebih manis," tutur netizen @WineRoland.

"Akhirnya akan seimbang. Tidak ada yang memenangkan pertarungan ini, seperti biasanya di Italia," tutur @LucaNameiswolf.

Baca Juga: Pengunjung Resto Bermesraan Dipukuli hingga Makanan Perang Dunia

Simak Video "Sentuhan Menggoda Pasta Tinta Cumi Khas Batam"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)