Kawanan Laron Datang! Ini 5 Fakta Menarik Laron yang Jadi Makanan Lezat

Kawanan Laron Datang! Ini 5 Fakta Menarik Laron yang Jadi Makanan Lezat

Riska Fitria - detikFood
Rabu, 18 Des 2019 18:30 WIB
Kawanan Laron Datang! Ini 5 Fakta Menarik Laron yang Jadi Makanan Lezat
Foto: Istimewa
Jakarta - Musim hujan tiba, membuat kawanan laron berterbangan mencari sumber cahaya. Ternyata serangga yang sering dijadikan makanan ini punya fakta menarik.

Baru-baru ini banyak beredar video yang memperlihatkan kawanan laron yang memenuhi sebuah ruangan. Bahkan dalam video tersebut tampak seseorang yang sedang tidur dengan kondisi tubuhnya dipenuhi dengan laron.

Musim hujan merupakan waktu yang tepat untuk laron berkeliaran. Mereka akan mencari sumber cahaya untuk menghangatkan tubuh. Sumber cahaya tersebut biasanya lampu-lampu menyala yang ada di rumah-rumah penduduk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekumpulan laron mungkin terlihat menjijikkan, tetapi bagi sebagian masyarakat Jawa itu bisa disulap menjadi makanan lezat. Sementara itu, laron juga punya 5 fakta menarik lainnya.

1. Asal Usul

Foto: Istimewa
1. Asal Usul

Laron dikenal sebagai serangga kecil yang berterbangan karena memiliki sayap. Jika dilihat dari badannya, tubuh laron terlihat seperti semut. Namun, Tahukah kamu bahwa sebenarnya laron merupakan serangga yang berasal dari rayap.

Siklus hidup laron berasal dari rayap, yaitu rayap jantan dan rayap betina yang sudah siap berkembang biak. Saat masih berusia muda, laron disebut sebagai rayap. Biasanya rayap hidup di tempat yang kering dan hangat.

Tempat-tempat yang selalu dijadikan sarang rayap adalah kayu-kayu lama atau di bawah tanah yang suhunya kering. Ketika dewasa, rayap tersebut akan tumbuh sayap sehingga mereka bisa terbang. Dan di saat itulah nama rayap berganti menjadi laron.

Ternyata laron merupakan serangga yang tidak dapat melihat dan mendengar. Uniknya, serangga tersebut mampu membangun sarang dengan bangunan yang terbilang rumit.

2. Muncul Saat Musim Hujan

Foto: Istimewa
2. Muncul Saat Musim Hujan

Ketika masih menjadi rayap, serangga ini banyak bersarang ditempat-tempat kering dan hangat seperti kayu-kayu dan bawah tanah. Namun, ketika sudah berubah menjadi dewasa dan memiliki sayap, mereka akan dikenal degan sebutan laron. Laron tersebut akan terbang ketika sarang atau tempat tinggalnya mulai lembab.

Suhu lembab yang terjadi pada saran laron biasanya ketika musim hujan tiba. Ketika hujan turun, tentunya akan membasahi isi bumi termasuk sarang laron tersebut. Karena itulah ketika musim hujan tiba kawasan laron akan berterbangan mencari sumber cahaya untuk menghangatkan tubuh. Biasanya mereka akan memenuhi lampu-lampu menyala yang ada di rumah-rumah.

Sambil menghangatkan tubuh, di saat itulah mereka juga mencari pasangan. Jika tidak menemukan pasangan, maka laron akan mati. Itu karena laron hidup dalam satu malam saja. Ketika sudah menemukan pasangan, mereka akan menanggalkan sayap mereka untuk kemudian membuat koloni baru dengan berkembang biak.

Baca Juga : Agar Pelanggan Tak Pergi, Bartender Ini Rela Makan Laron Terbang di Kafenya

3. Sering Dijadikan Makanan Lezat

Foto: Istimewa
3. Sering Dijadikan Makanan Lezat

Banyaknya laron saat musim hujan mungkin sangat mengganggu. Namun, bagi sebagian orang Jawa, kawanan laron tersebut bisa disulap menjadi makanan yang lezat. Masyarakat Jawa punya cara unik untuk menangkap laron-laron dengan mudah. Yaitu dengan menyiapkan air dalam ember.

Laron akan mendekati sumber cahaya untuk menghangat tubuh. Kemudian di bawah lampu siapkan ember yang diisi dengan air. Dengan menaruh ember berisi air di bawah lampu, akan membuat pantulan cahaya. Pantulan cahaya itulah yang nantinya akan memanggil laron untuk mendekat.

Mereka akan terjebak begitu mendekat ke arah pantulan cahaya dan langsung berendam ke air. Dengan cara unik tersebut masyarakat di Jawa akan mudah mendapatkan laron yang nantinya akan dijadikan santapan lezat. Biasanya laron tersebut diolah menjadi rempeyek ataupun botok.

4. Nutrisi dan Manfaat Laron

Foto: Istimewa
4. Nutrisi dan Manfaat Laron

Sebagian masyarakat Jawa yang menyukai camilan yang diolah dengan serangga laron. Seperti rempeyek, dalam adonan rempeyek laron-laron tersebut dicampurkan. Kemudian adonan rempeyek digoreng sampai kering. Sementara untuk pembuatan botok, bisanya laron hanya dicampurkan dengan kepala parut dan bumbu. Baru kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.

Masyarakat Jawa berani mengonsumsi laron karena ternyata serangga tersebut memiliki kandungan nutrisi yang menyehatkan. Laron memiliki sumber protein yang baik untuk kesehatan tubuh. Banyak penelitian juga yang menemukan adanya kandungan protein di dalam tubuh serangga.

Bahkan serangga seperti laron disebut-sebut sebagai makanan masa depan. Selain protein, laron juga mengandung zat lain yang dapat memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh. Seperti meningkatkan kekebalan tulang dan otot, mencegah rambut rontok, meningkatkan selera makan, hingga membuat tubuh lebih bergairah.

5. Hukum dalam Islam Mengonsumsi Laron

Foto: Istimewa
5. Hukum dalam Islam Mengonsumsi Laron

Soal pengonsumsian laron terdapat dua pendapat yang berbeda. Melalui rubrik Fiqhul Maidah di Jurnal Halal No. 110 edisi November-Desember 2014, Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat yang bernama Dr. KH. Maulana Hasanuddin, MA, hukum memakan laron tidak dalam Alquran maupun hadis. Tidak ada dalil yang menyatakan keharamannya.

Dalam hal tersebut ia menafsirkan bahwa hal-hal yang didiamkan berarti dimaafkan. Kecuali kalau menjijikkan dan/atau membahayakan. Begitupun sebaliknya jika bermanfaat dan membawa kebaikan, maka diperbolehkan. Namun, dikutip dari NU Online (11/03/19) mengatakan bahwa mengonsumsi laron merupakan haram karena tergolong hewan yang menjijikkan, seperti yang dijelaskan dalam kitab al-Hayawan al-Kubra.

Untuk sebagian kalangan yang beranggapan bahwa laron adalah hewan yang halal untuk dikonsumsi karena dianggap sebagai salah satu jenis belalang. Sehingga bangkainya pun dapat dikonsumsi. Hal tersebut berdasarkan hadits yang memperbolehkan memakan belalang. Namun, dalam kaitannya laron tidak dapat disamakan dengan belalang.

Baca Juga : Kriuk Renyah, 5 Serangga Jadi Camilan Ndeso yang Enak

Halaman 2 dari 6
(raf/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads