Sejak 1956 Wedang Jahe Pak Wiryo Kondang Karena Enak dan Mantap

Febry Kurnia - detikFood Senin, 16 Des 2019 10:00 WIB
Foto: Febry Kurnia/detikcom
Solo - Angkringan mudah ditemui di Solo. Nasi kucing pluas beragam lauk dinikmati dengan beragam wedang. Seperti di angkringan Pak Wiryo yang legendaris ini.

Dikenal dengan sebutan wedangan Pak Wir atau Mbah Wir. Buat orang Solo asli atau penggemar wedangan dan angkringan garis klasik, wedangan Pak Wiryo selalu masuk dalam daftar. Wedangan untuk menyebut minuman panas yang dijajakan di warung Pak Wir. Angkringan tidak dijajakan dengan gerobak tetapi menetap dalam bentuk warung sederhana.

Wedangan Pak Wiryo terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 23 Sondakan, Laweyan, Solo ini tentu mudah ditemukan lantaran lokasinya ada di tengah kota. Bahkan warung angkringan yang selalu penuh itu tak sampai sekilometer dari Stasiun Purwosari yang juga legendaris itu.

Di bagian sisi kiri terdapat tempat meracik aneka minuman panas atau wedang dan membakar makanan. Tempat santapnya berupa meja dan bangku panjang. Beragam lauk disajikan di atas meja dalam wadah-wadah. Beragam satai, gemblong, tahu goreng, tempe bacem, hingga sego kucing atau nasi kucing dengan sejumput sambal dan lauk.


Sejak 1956 Wedang Jahe Pak Wiryo Kondang Karena Enak dan MantapFoto: Febry Kurnia/detikcom


Konon cerita, angkringan ini sudah berdiri sejak 1956. Maka tak heran penikmatnya pun dari berbagai kalangan mulai dari generasi milenial hingga generasi tua yang sengaja datang untuk nostalgia.

"Langganan kami dari berbagai usia mulai dari para orang tua sampai remaja dan anak-anak. Bisanya sudah langganan lama dari orang-orang tua mereka," jelas Tari Sri Lestari, 37 pemilik Wedangan Pak Wiryo, Sabtu (14/12/2019) malam.

Wedangan yang diberi nama dengan nama ayahnya itu merupakan bisnis keluarga. Tari sendiri merupakan generasi kedua yang mengelola angkringan legendaris tersebut. Guna menjaga mutu, dirinya masih menerapkan aturan yang diturunnya dari sang ayah.
Sejak 1956 Wedang Jahe Pak Wiryo Kondang Karena Enak dan MantapFoto: Febry Kurnia/detikcom

"Kalau menu di sini memang mayoritas masak sendiri. Seperti sate kikil, telur pindang, nasi bandeng, ketan, jadah, dan bebaceman sengaja dimasak sendiri. Hanya beberapa jenis makanan saja yang datang dari suplier. Itu pun yang sudah langganan sejak zaman dulu," tuturnya.

Benar saja, mutu dan kualitas rasa yang dijaga itu membuat angkringan yang satu itu selalu dipenuhi pengunjung. Meja-meja panjang yang disusun berjajar itu pun tak pernah kosong. Bahkan pelangganpun rela antre berdiri untuk menunggu kesempatan duduk usai menanti pelanggan yang datang lebih dulu menyelesaikan santap malam mereka.

"Memang selalu ramai apa lagi kalau malam minggu. Rata-rata bisa 20 kilogram beras yang kami masak. Belum kalau ditambah menu-menu lainnya," ujar Tari.

Sejak 1956 Wedang Jahe Pak Wiryo Kondang Karena Enak dan MantapFoto: Febry Kurnia/detikcom


Disinggung soal menu andalan dari angkringan, Tari tak bisa memutuskan mana yang paling diminati. Maklum saja, memang berbagai penganan yang dijajakan itu laris manis diserbu i para pelanggan. Meski demikian, ia tetap berupaya menyimpulkan mana yang paling dicari dari Wedangan Par Wiryo itu.

"Minuman khas di sini Wedang Jahe. Kalau makanan ada beberapa seperti jadah, kikil, dan telur pindang. Oh ya, nasinya juga favorit karena banyak yang kangen sama sambalnya," kata Tari pada detikcom.

Sejak 1956 Wedang Jahe Pak Wiryo Kondang Karena Enak dan MantapFoto: Febry Kurnia/detikcom


Wedang racikan Pak Wir yang tetap dijaga kualitasnya oleh Tari memang beda. Jahe segarnya diparut halus dengan tambahan gula yang pas. Karenanya terasa hangat hingga hirupan terakhir. Wedang jahe ini juga dibuat menjadi beragam versi seperti Teh Jahe, Susu Jahe, Kopi Jahe yang juga enak.

Satu lagi yang tak boleh dilewatkan di sini adalah jadah atau gemblong. Ketan kukus yang ditumbuk halus bersama kelapa parut ini rasanya pulen gurih dan dipotong segi empat. Dipanggang di atas bara api arang sehingga sedikit renyah permukaannya. Dimakan dengan tempe bacem, rasanya memang juara! Apalagi kedua penganan ini dibuat sendiri oleh keluarga Pak Wir.



Simak Video " Bikin Laper: Angkringan Khas Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)