Gurih Wangi Kue Gandos Khas Blitar dengan Rasa Asli Ini Diburu Pembeli

Erliana Riady - detikFood Senin, 25 Nov 2019 10:30 WIB
Foto: Erliana Riady/ dok.detikFood Foto: Erliana Riady/ dok.detikFood
Blitar dan Jawa Tengah - Kue dari kelapa dan tepung beras ini rasanya gurih dan aromanya wangi. Seorang anak muda Blitar menjualnya dalam bentuk autentik atau versi jadul.

Di Blitar kue tradisional ini dikenal dengan nama Gandos, kalau di Malang orang menyebutnya Rangin dan di Jakarta dikenal dengan nama kue pancong. Jajanan ini sudah ada sejak zaman kolonial.

Seperti jajanan kekinian yang banyak membuat modifikasi bahan dan rasa, beberapa penjual gandos juga melakukan. Tetapi penjual kue gandos ini justru menjualnya tanpa modifikasi tampilan dan varian rasa. Meski demikian pembeli terus mengalir sampai antre. Tak heran jika dalam sehari, omzet yang diraup bisa mencapai Rp 1 juta.
Gurih Wangi Kue Gandos Khas Blitar dengan Rasa Asli Ini Diburu PembeliFoto: Erliana Riady/ dok.detikFood

Adalah Ahmad Nurcahyo yang jeli melihat peluang bisnis ini. Warga Dusun Jajag, Desa Papungan Kecamatan Kanigoro ini melihat perkembangan bisnis kuliner di Blitar yang sangat menjanjikan.

"Kalau semua-semua modern, saya malah ingin beda dengan mengenalkan jajanan tradisional yang hampir punah. Bikinnya mudah, modal gak banyak dan anak muda bisa menikmati kue gandos di zaman sekarang," beber Cahyo, panggilannya pada detikcom, Minggu (24/11/2019).

Baca Juga : Blendi Gendok Blitar, Obati Kangen Kampung Halaman

Sejak dua bulan lalu, Cahyo dibantu ayahnya membuka lapak di tiga lokasi. Yakni di Jalan Ahmad Yani, di utara pasar Legi dan sekitar Alon-alon Kota Blitar.

Jika hari biasa, dia menghabiskan sebanyak 6 kg adonan untuk membuat gandos ini. Namun adonan akan diperbanyak sampai 8 kg, pada tiap akhir pekan.
Gurih Wangi Kue Gandos Khas Blitar dengan Rasa Asli Ini Diburu PembeliFoto: Erliana Riady/ dok.detikFood

"Adonannya tetap jadul. Hanya tepung beras, parutan kelapa muda, santan dikasih garam. Nanti pas mau dicetak di loyang, tinggal diolesin mentega," tutur pemuda 27 tahun ini.

Satu loyang berisi 10 cetakan gandos, butuh waktu sekitar 25 menit untuk memasaknya hingga matang. Di lapaknya, Cahyo menyiapkan sebanyak empat loyang, agar antrean pembeli tidak terlalu lama menanti.

"Pembeli umumnya senang kuenya masih panas. Nanti tinggal milih, ditaburi gula putih atau susu putih," imbuhnya.
Gurih Wangi Kue Gandos Khas Blitar dengan Rasa Asli Ini Diburu PembeliFoto: Erliana Riady/ dok.detikFood

Kue gandos ini dijual tidak per biji. Cahyo mematok harga Rp 5.000 untuk 7 biji, Rp 7.000 dapat 10 biji dan Rp 15.000 bisa bawa pulang 10 biji.

Pelanggan kue gandos ini, tak hanya ibu-ibu rumah tangga. Kalangan milenial pun banyak yang membeli karena kenikmatan rasanya.

"Gurih banget, cocok buat teman ngopi. Atau camilan saat kerja. Lebih sehat dan murah di kantong," jawab seorang pelanggannya, Aprilia.

Lapak Gandos ini praktis hanya buka selama empat jam. Karena begitu buka sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca Juga : Di Blitar Pecel Sayuran Dimakan dengan Punten yang Gurih Enak

Simak Video "Mengenal Gandos, Jajanan yang Masih Eksis Khas Blitar"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)