Siswa di Kudus Bikin Pembungkus Makanan yang Bisa Dimakan

Akrom Hazami - detikFood Selasa, 05 Nov 2019 08:30 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Kudus - Saat ini penggunaan plastik di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Mengingat butuh waktu ratusan tahun agar plastik bisa terurai sempurna.

Beberapa kalangan telah melakukan pengurangan penggunaan plastik. Mulai dari sosialisasi bahan daur ulang, hingga berbagai produk ramah lingkungan. Satu di antaranya dilakukan oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Kudus dengan membuat edible film.

Mereka adalah Azzalira Alayya Zahwa dan Fifi Munasaroh. Mereka membuat alat edible film. Lembaran film yang bisa dimakan atau dikonsumsi. Bahan film ini bisa digunakan untuk membungkus atau sebagai kemasan plastik pembungkus makanan. Keduanya dibimbing oleh tim guru pembimbing yakni Arif Nuradiayanto, Ahmad Edi Darmawan, Nurul Khotimah, dan Adi Tri Wibawa.
Siswa di Kudus Bikin Pembungkus Makanan yang Bisa DimakanFoto: dok. detikFood/Akrom Hazami


"Kami di penelitan kami membuat edible film. Yaitu lapisan tipis seperti plastik dari bahan alami, yang dapat dimakan, dan mudah terdegradasi oleh tanah," kata perwakilan salah satu dari mereka, Azzalira di Ruang Laboratorium Kimia, MAN 1, Jalan Conge, Bae, Kudus, Senin (4/11/2019).

Dia menambahkan, edible film itu mereka buat dari bahan utama micro alga, spirulina plantesis, tepung mocaf, navicula SP, serasah daun mangrove dan lainnya. Bahan itu dicampur dan dilarutkan dalam aquades, kemudian dipanaskan dalam hotplate sambil diaduk manual hingga sekitar 15 menit.

"Setelah mencapai suhu 50 derajat-60 derajat, kita tambahkan bahan lainnya. Termasuk ada serasah daun mangrove. Di daun mangrove memiliki amilosa yang sangat tinggi," jelasnya lebih lanjut.
Siswa di Kudus Bikin Pembungkus Makanan yang Bisa DimakanFoto: dok. detikFood/Akrom Hazami

"Kita dapat mangrove di hutan mangrove di Demak. Untuk pengembangan ke depannya, lebih melengkapi ujinya yakni uji anti bakteri, dan uji organo leptic untuk uji kelayakan dimakan," tambah Azzalira.

Atas temuan ini, pihaknya berharap bisa dibantu pemerintah untuk bisa mengembangkan. "Yakni menggantikan plastik yang ada sekarang, dengan plastik kami yang lebih ramah lingkungan dan dapat dikembangkan lagi menjadi kantong plastik. sehingga lebih berguna di masyarakat," harapnya.

Fifi Munasaroh, siswa lainnya menambahkan, manfaat dari edible film karya mereka adalah selain sebagai kemasan makanan, juga dapat mengurangi penggunaan sampah plastik di Indonesia. "Sebagai kemasan makanan dan mengurangi sampah plastik di Indonesia," jelas Fifi.

Seorang guru MAN 1 Kudus, Agus berkesempatan mencoba makanan yang dibungkus edible film. Kebetulan makanan yang mereka siapkan adalah jenang. "Rasanya enak, seperti ada rumput lautnya. Makanan jenang rasanya lebih enak," kata Agus.
Siswa di Kudus Bikin Pembungkus Makanan yang Bisa DimakanFoto: dok. detikFood/Akrom Hazami
Karya tersebut berhasil meraih peringkat kedua di kejuaraan tingkat nasional yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Indonesia Science Expo atau ISE 2019 pada 23-26 Oktober 2019 di Lomba Karya Ilmiah Remaja 2019 Bidang IPK.

"Kemarin ikut dalam lomba LKIR. Juara 2," tutup siswa Kelas XI MIPA 3.

Kepala MAN 1 Kudus, Suhamto bangga dengan prestasi siswa. Sebab pihaknya memang mendorong anak didik terus berprestasi di setiap event. Seperti halnya yang diadakan oleh LIPI.



Simak Video "Apa Saja Sih Jenis Bunga yang Aman untuk Dimakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)