Adu Enak 3 Gudeg Yogyakarta, Mana Yang Paling Sedap?

Riska Fitria - detikFood Kamis, 31 Okt 2019 12:02 WIB
Foto: dok. detikFood
Jakarta - Gudeg Yogyakarta dikenal dengan rasanya yang manis gurih. Ada 3 racikan gudeg Yogyakarta di Jakarta, mana yang paling enak?

Gudeg telah menjadi ikon kuliner kota Yogyakarta. Namun, sebenarnya gudeg tidak hanya berasal dari Yogyakarta saja melainkan juga dari Solo. Mungkin sekilas terlihat sama, tetapi antara gudeg Yogyakarta dan gudeg Solo terdapat perbedaan.

Gudeg Yogyakarta memiliki warna yang lebih merah. Itu karena dalam proses pembuatan gudeg Yogyakarta dicampur dengan daun jati. Berbeda dengan gudeg Solo yang memiliki warna tidak terlalu pekat dengan kuah yang terbilang nyemek.
Gudeg Telur Khas Yogyakarta dari 3 Merek Populer, Mana Yang Paling Enak?Foto: dok. detikFood

Soal rasa gudeg Yogyakarta lebih terasa manis dibandingkan dengan gudeg Solo yang cenderung gurih. Gudeg biasanya dilengkapi dengan sambal goreng krecek dan aneka lauk pauk seperti opor ayam, telur, tahu dan tempe dan lainnya. Meskipun berupa kuliner tradisional, tetapi gudeg termasuk kuliner yang populer di Indonesia.

Belum lama ini, telah digelar sebuah Festival Kuliner Manis Indonesia pada 22-27 Oktober kemarin. Dalam festival tersebut banyak terdapat penjual-penjual gudeg yang menawarkan menu gudeg yang populer di Jakarta. Seperti gudeg Djuminten, Mercon, Yu Djum, Wijilan, Bu Dibyo, Pejompongan dan masih banyak lagi.

Saking banyaknya, banyak pengunjung yang menyebutnya festival tersebut dengan sebutan 'Pesta Gudeg'. Saat berada di Pesta Gudeg yang berlangsung di Pondok Indah Mall, detikcom ingin menguji keuatentikan gudeg khas Yogyakarta, khususnya untuk menu gudeg telur. Gudeg yang kami pilih adalah Gudeg Pejompongan, Bu Dibyo dan Djuminten.
Gudeg Telur Khas Yogyakarta dari 3 Merek Populer, Mana Yang Paling Enak?Foto: dok. detikFood

Ketiga merek gudeg tersebut cukup populer di Indonesia. Kemudian kami mengajak partisipan sebanyak 3 orang untuk menilai masing-masing gudeg telur tanpa mengetahui nama merek dari gudeg telur mana yang mereka cicip.

Partisipan tersebut adalah Dyo, Adit dan Dewi yang ketiganya berasal dari daerah yang berbeda. Ketiga gudeg tersebut lebih dulu kami pindahkan ke dalam piring putih tanpa nama, melainkan dengan penanda huruf A, B, dan C.

Pertama ada gudeg Pejompongan yang terkenal legendaris sejak tahun 1964. Satu porsi gudeg telur yang dibeli di festival tersebut dibanderol dengan harga Rp. 30.000.
Gudeg Telur Khas Yogyakarta dari 3 Merek Populer, Mana Yang Paling Enak?Foto: dok. detikFood

Saat dicicip, partisipan dari Adit dan Dyo kompak mengatakan bahwa sambalnya terasa manis. Selain itu untuk telurnya dinilai enak dan tidak terlalu manis juga. Untuk tekstur gudegnya partisipan Dyo mengatakan terasa empuk tetapi rasanya tidak manis. Pada bagian kreceknya ketiga partisipan menilai terlalu lodoh. Partisipan Dewi juga menegaskan bahwa kreceknya kurang ada rasanya.

"Ini beda dengan yang ada di Jogja sih, kalau yang di Jogja itu beneran manis. Kalau yang ini masih kurang manis kalau menurut aku," tutur Dyo sebagai orang asli Yogyakarta.
Gudeg Telur Khas Yogyakarta dari 3 Merek Populer, Mana Yang Paling Enak?Foto: dok. detikFood

Di piring kedua, ada Gudeg Bu Dibyo yang satu porsinya dibanderol dengan harga Rp. 55.000. Harganya lebih mahal lantaran gudeg B Dibyo tidak menawarkan secara khusus gudeg telur. Melainkan gudeg lengkap, yang diisi dengan ayam, telur dan tahu bacem. Namun, kami menyisihkan ayam dan tahunya.

Pada gudeg kedua ini semua partisipan kompak mengatakan bahwa rasanya manis. Namun, rasa gudegnya agak sedikit berbeda. Adit mengatakan gudegnya sedikit terasa asam-asam. Sementara Dewi mengatakan agak terasa smoked.

"Kayaknya ini masaknya gak pakai kompor deh, tapi pakai tungku yang pakai kayu bayar gitu, jadi rasanya agak tradisional," tutur Dewi.
Gudeg Telur Khas Yogyakarta dari 3 Merek Populer, Mana Yang Paling Enak?Foto: dok. detikFood

Kemudian terakhir ada gudeg Djuminten yang dibanderol dengan harga Rp. 27.000 untuk satu porsi gudeg telurnya. Gudeg Djuminten merupakan merek gudeg yang paling terkenal.

Menurut ketiga partisipan, rasa gudeg Djuminten bukan seperti gudeg melainkan seperti sayur nangka. Sedikit terasa manis dan cenderung gurih. Namun, Adit mengakui kalau rasanya enak dan pas di lidah.

"Mungkin karena Aku orang Betawi kali ya gak begitu suka yang manis-manis," tutur Adit.
Gudeg Telur Khas Yogyakarta dari 3 Merek Populer, Mana Yang Paling Enak?Foto: dok. detikFood

Setelah mencicip ketiga gudeg ini ketiga partisipan telah menemukan gudeg mana yang paling enak dan pas di lidahnya. Masing-masing dari mereka memiliki opini tersendiri atas jagoan gudeg yang mereka pilih.

"Kayaknya Aku lebih suka yang gudeg yang ketiga. Karena saya kan orang Betawi gak suka yang manis-manis banget. Dan gudeg ini lebih gurih, kalau pakai nasi jadi lebih enak. Rasaya kaya sayur nangka aja," ungkap Adit yang memilih gudeg Djuminten sebagai juaranya.

Berbeda dengan Dyo dan Dewi yang lebih menyukai gudeg Bu Dibyo, karena rasanya yang lebih pas manisnya. Dewi menuturkan bahwa rasanya beragam, yakni ada manis dari gudegnya, gurih dari santan dan kreceknya.

"Karena aku Asli minang jadi lidah aku lebih cocok ke gudeg Bu Dibyo, karena rasanya manis tapi gak terlalu manis, pas aja. Bumbunya juga meresap ke dalam. Sedikit rasa smoked kayaknya emang dimasak menggunakan kayu bakar deh," tutur Dewi.
Gudeg Telur Khas Yogyakarta dari 3 Merek Populer, Mana Yang Paling Enak?Foto: dok. detikFood

Dengan pilihan yang sama seperti Dewi, partisipan Dyo memiliki penilaian tersendiri oleh gudeg Bu Dibyo. Sebagai orang asli Yogyakarta yang sudah paham dengan rasa gudeg, Dyo mengatakan bahwa gudeg Bu Dibyo paling terasa di lidah.

"Walaupun gak sama kaya di Jogja, tapi dari ketiga ini, gudeg Bu Dibyo yang paling terasa. Gudegnya manis, terus telurnya lebih meresap bumbunya dari pada telur-telur yang ada di gudeg lain. Kreceknya asin, pas jadi di Jogja itu kreceknya asin untuk penyeimbang rasa manis dari gudegnya," tutup Dyo.

Dari ketiga gudeg telur khas Yogyakarta, tentunya memiliki ciri khas masing-masing. Nah, bagaimana menurut kamu? Mana gudeg yang paling enak, pas di lidah dan autentik seperti di Jogja di antara gudeg Pejompongan, Bu Dibyo dan Djuminten?



Simak Video "Unik! Ketika Pizza Bertemu Gudeg"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)