Pulihkan Citra Kari, Chef di Jepang Kompak Serukan Kelezatan Kari

Yenny Mustika Sari - detikFood Senin, 21 Okt 2019 17:30 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Kari dicap buruk karena dijadikan bahan hukuman di Jepang. Para chef dari resto kari pun sepakat memulihkan citra kari lewat gerakan di media sosial.

Nama baik kari sempat rusak karena adanya video yang viral di Jepang. Video memperlihatkan aksi beberapa oknum guru dari Sekolah Dasar Higashi Suma di kawasan Prefektur Kobe. Dalam video tersebut ada 4 guru senior yang melakukan perundungan (bully) kepada seorang guru baru dengan memaksanya makan kari yang masih sangat panas dari dapur sekolah.

Setelah insiden ini tersebar di Jepang, keempat guru senior itu akhirnya diberhentikan sejenak. Hal tersebut membuat seluruh guru dan para murid terkejut akan kejadian penyiksaan di sekolah mereka. Karena kejadian penyiksaan yang membawa hidangan kari di dalamnya, para chef yang biasa menyajikan kari 'bergerak' di ke media sosial untuk membersihkan nama baik kari.

Pulihkan Citra Kari, Chef di Jepang Kompak Serukan Kelezatan KariFoto: iStock


Baca Juga: Biar Badan Hangat, Yuk Makan Nasi Kari Jepang di Tempat Ini

Selain itu nyanyian pujian untuk makan siang sekolah Jepang itu menggema di seluruh dunia. Dalam nyanyian tersebut, disebutkan bahwa kari adalah makanan sehat dengan gizi yang seimbang, memilki warna yang bagus, dan salah satu hidangan paling populer dalam daftar makan siang di sekolah Jepang.

Sekolah tersebut memberi tanggapan soal video viral yang mengecewakan itu. Pihak sekolah akan mengubah bentuk dari ruangan dimana tempat video tersebut direkam. Guru senior yang melakukan hal tersebut juga harus melakukan permohonan maaf kepada staf yang bersangkutan dan juga seluruh staf di sekolah tersebut.

Dan menu kari juga dikeluarkan sementara dari daftar menu makan siang di sekolah tersebut. Karena pihak sekolah khawatir akan kemungkinan trauma yang dialami oleh para murid, karena sepiring penuh kari yang dipaksakan makan untuk guru malang tersebut.

Dikutip dari Sora News 24 (21/10), saat mendengar kabar tentang larangan yang diusulkan ini, para ahli kari Jepang yaitu chef yang mengelola restoran kari India dan Nepal bersatu untuk mengambil sikap dengan akun @ever_d_numazu. Dalam cuitannya, chef ini menuliskan "Maafkan kari untuk makan siang," dalam bahasa Jepang.

Pulihkan Citra Kari, Chef di Jepang Kompak Serukan Kelezatan KariFoto: Twitter @ever_d_numazu

Baca Juga: Kari Ayam dan Kari Daging yang Gurih Pedas untuk Tambah Semangat Berbuka

Ada pula cuitan dari @26mumu yang berbunyi, "Kari untuk makan siang sangat enak! Kari tidak bisa disalahkan!" yang menggunakan bahasa Jepang.

Pulihkan Citra Kari, Chef di Jepang Kompak Serukan Kelezatan KariFoto: Twitter @26mumu


Sementara chef dari restoran di India dengan akun @swad_numazu memperlihatkan bentuk dukungannya. Dalam cuitannya ia mengatakan, "Tolong bantu kari makan siang sekolah." Cuitan ini dalam bahasa Jepang.

Pulihkan Citra Kari, Chef di Jepang Kompak Serukan Kelezatan KariFoto: Twitter @swad_numazu


Dukungan yang penuh semangat ini berubah menjadi seruan dalam tagar #kareenitsumiwanai yang memiliki arti "kari tidak melakukan kesalahan". Tak hanya chef yang menggalang dukungan tersebut namun para penggemar hidangan kari juga melakukannya. Dalam cuitan tersebut berisikan gambar-gambar lezat dari kari yang sedang mereka santap.

Tagar ini telah memberikan dampak bahagia ke banyak orang, dan jelas membantu meningkatkan kesadaran akan kari sebagai makanan yang lezat daripada sebagai alat penyiksaan.


Simak Video "Perpaduan Unik Keju Yogyakarta dengan Wine Australia dan Selandia Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)