Tak Usah Lagi Dipercaya, 5 Mitos Jagung Manis Ini Keliru

Milla Kurniaputri - detikFood Kamis, 19 Sep 2019 10:00 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Jagung manis sering diklaim sebagai makanan tidak sehat, padahal faktanya tak sepenuhnya benar. Berikut 5 mitos tentang jagung manis yang sebaiknya Anda lupakan.

Jagung adalah salah satu bahan makanan alami yang mudah ditemui, apalagi di daerah tropis seperti Indonesia. Di balik bentuknya yang unik, jagung memiliki banyak manfaat. Sayangnya terdapat beberapa mitos keliru tentang jagung yang masih dipercaya banyak orang. Times of India (13/9) merangkum mitos jagung yang sebaiknya tidak dipercaya lagi.


1. Jagung tinggi gula

Tak Usah Lagi Dipercaya, 5 Mitos Jagung Manis Ini KeliruFoto: iStock

Banyak orang mengira bahwa jagung manis memiliki tambahan gula seperti sirup jagung fruktosa tinggi atau glukosa, padahal itu tidak benar. Meskipun jagung manis adalah varietas jagung yang berbeda, namun tetap sama dengan varietas lainnya yang juga tumbuh secara alami. Jagung manis dipanen sebelum biji sepenuhnya matang, kemudian gula dan pati hadir dalam jumlah yang lebih tinggi pada tahap itu.

Meskipun memiliki lebih banyak gula daripada jenis jagung lainnya, jagung manis berukuran sedang hanya mengandung 6 gram gula, yang artinya lebih sedikit dari kebanyakan gula yang ada pada buah lainnya.

2. Jagung tidak bergizi

Banyak yang bertanya-tanya apakah jagung memiliki nutrisi atau tidak. Faktanya jagung sarat dengan lutein dan zeaxanthin, fitokimia yang dapat meningkatkan penglihatan. Jagung juga mengandung serat tidak larut yang dapat membantu memberi makan bakteri baik di usus, serta dapat menyehatkan pencernaan.

Bukan hanya itu, jagung juga mengandung vitamin seperti vitamin B dan C, dan mineral seperti zat besi, kalium, dan magnesium. Jagung juga merupakan sumber protein yang layak, dengan satu jagung berukuran sedang mengandung 3,3 gram protein sederhana.

3. Jagung dimodifikasi secara genetik

Tak Usah Lagi Dipercaya, 5 Mitos Jagung Manis Ini KeliruFoto: iStock

Jagung segar dan jagung manis tidak mengalami modifikasi genetik sehingga aman dikonsumsi. Jika Anda masih meragukan keaslian jagung, Anda bisa cari varietas jagung yang non-GMO (organisme hasil rekayasa genetika) seperti jagung organik atau jagung beku.

4. Ketika dimasak akan menghilangkan nutrisi

Jagung manis ketika dimasak memang akan hilang beberapa nutrisinya, namun bukan berarti jagung itu menjadi kurang sehat. Dengan memasak jagung manis tidak akan menghilangkan sebagian kandungan vitamin C-nya, sehingga dapat meningkatkan aktivitas antioksidan. Antioksidan penting untuk menurunkan risiko masalah seperti Alzheimer dan penyakit jantung. Bukan hanya itu, memasak jagung manis juga dapat meningkatkan jumlah asam ferulic, senyawa yang dapat mencegah kanker.

5. Jagung sulit dicerna

Tak Usah Lagi Dipercaya, 5 Mitos Jagung Manis Ini KeliruFoto: iStock

Jagung memang bukan makanan yang paling mudah dicerna. Kandungan serat tidak larutnya tinggi lalu masuk ke dalam tubuh seperti pada umumnya. Namun, itu bukan berarti buruk bagi tubuh karena jagung manis memberi tubuh serat yang cukup untuk memberi makan bakteri baik dalam usus yang dapat menjaga kesehatan pencernaan.





Simak Video "Buka Gerai Flagship, 'Goola x Mangkok Ku' Siap Ekspansi ke Australia"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)