5 Fakta Bisnis Replika Makanan yang Bernilai 1,2 T di Jepang

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 16 Sep 2019 13:48 WIB
Halaman 1 dari 6
Foto: iStock/Istimewa Foto: iStock/Istimewa
Jakarta - Replika makanan sangat memanjakan visual setiap orang. Tiap replika makanan dibuat sedemikian rupa hingga menjadi industri menjanjikan di Jepang.

Replika makanan atau makanan palsu atau model makanan biasanya dipajang di bagian depan restoran. Replika tersebut dibuat sangat mirip dengan menu aslinya sehingga memudahkan pengunjung dalam mengenali seperti apa menu yang disajikan sebuah restoran. Tanpa perlu membaca menu, mereka langsung bisa mengenali bahan-bahan apa saja yang ada dalam sebuah hidangan.

Bukan sekadar meniru model suatu hidangan, tampilan replika makanan benar-benar sangat realistis. Kerap kali seseorang tak bisa membedakan mana hidangan asli dan mana replikanya. Replika makanan bahkan bisa menghadirkan warna dan tekstur persis bahan makanan aslinya.

Adalah Jepang, negara yang menjadi 'rumah' untuk industri replika makanan. Sudah sejak puluhan tahun lalu replika makanan dibuat di suatu wilayah di Jepang. Bahkan kini wilayah tersebut menjadi tujuan wisata bagi turis yang ingin mengetahui seluk-beluk pembuatan replika makanan.

Tingginya minat pada replika makanan ini juga membuat industrinya sangat berkembang. Ditaksir industri replika makanan di Jepang saja mencapai USD 90 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun. Bagaimana kisah lengkap perjalanan replika makanan di Jepang? detikFood merangkum informasinya seperti berikut.

(adr/odi)