Ini Sejarah Panjang Martabak Kubang Hayuda dari Ranah Minang

Devi Setya - detikFood Rabu, 04 Sep 2019 17:42 WIB
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Martabak Kubang dengan label nama Hayuda jadi salah satu hidangan legendaris. Dibalik kedai martabak Kubang yang tersebar di berbagai kota, ada kisah menarik dibaliknya.

Seorang pengguna twitter dengan akun @arifbambani membagikan sejarah panjang martabak telur yang kini melegenda dengan nama Martabak Kubang Hayuda. Thread yang dibagikan pada 2 September ini kemudian rami diperbincangkan.

Arif menjelaskan sejarah munculnya martabak telur dengan rasa bumbu kuat ini. Martabak Kubang yang sering juga disebut martabak Mesir ini adalah sebuah inovasi dari martabak kari mamak khas India.
Ini Sejarah Panjang Martabak Kubang Hayuda dari Ranah MinangFoto: istimewa

Baca juga : Pedas Harum si Martabak Kubang

Pelopor martabak ini adalah Haji Yusri Darwis yang kemudian disingkat jadi Hayuda. Ia adalah pria asli Kubang, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Arfi berani berkisah karena sang ayah mertua adalah salah satu anak buah awal Hayuda yang sudah merintis bisnis sejak 1971. Kisah ini dibagikan Arfi secara gamblang di thread twitternya.

Ia berkisah, saat masih muda Hayuda merantau ke Medan. Ia lantas bekerja di kedai martabak India selama bertahun-tahun sehingga ia mengantongi ketrampilan membuat martabak yang mumpuni.

Setelah lama bekerja sebagai pembuat martabak, Hayuda kemudian pulang kampung dan membuka kedai martabak sendiri di Kota Padang. Ia tak menjual martabak India versi autentik melainkan sudah ditambah sentuhan lokal. Hayuda meracik martabak dengan tambahan rendang daging sapi.

Awalnya martabak racikannya ini dikenal dengan sebutan Martabak Mesir namun karena terbentur aturan merek. Tak boleh memakai nama negara sebagai merek, maka ia memberi nama Martabak Kubang Hayuda.

Masyarakat yang melihat suksesnya usaha martabak Hayuda ini lantas mulai membuka usaha serupa. Banyak juga yang membubuhkan nama Kubang pada usaha martabak ini. Kendati demikian, Hayuda tak ambil pusing karena menurutnya semua orang berhak menggunakan nama tersebut karena itu nama kampung di Lima Puluh Koto.

Ayah mertua Arfi mengatakan rahasia kelezatan martabak kubang milik Hayuda ini terletak pada rendangnya. Ia menyebut ada 20 macam rempah yang harus dikombinaskan untuk membuat rendang ini.

Kini ayah mertua Arfi memang sudah tak lagi bekerja di restoran Martabak Kubang Hayuda melainkan sudah membuka resto martabak sendiri di Bengkulu. Dengan mengantongi letrampilandan resep baku, ayah mertua Arfi sukses menjalankan bisnis martabak ala Minang ini.

Tak hanya itu, rahasia lainnya yang membuat martabak ini melegenda yakni pada kuahnya. Arfi mengatakan kuah cuka terbaik yakni yang ada di restoran sang mertua karena kuahnya diracik dengan tambahan sari nanas.
Ini Sejarah Panjang Martabak Kubang Hayuda dari Ranah MinangFoto: istimewa/detikfood

Bukan hanya ayah mertua Arfi saja yang sukses berbisnis martabak kubang. Mantan anak buah Hayuda yang bekerja pada awal merintis juga kini diketahui banyak yang sukses berbisnis martabak kubang meskipun tanpa embel-embel nama Hayuda.

Sebagai wanita asli Kubang, istri Arfi juga sedikit banyak paham ciri khas dan cita rasa asli martabak kubang. "Nyawa martabak Kubang itu ada pada dua orang. Satu yang bisa membanting adonan dengan baik. Satu lagi yang meracik rendang dan kuah cuka," tulis Arfi.

Baca juga : Gurih Berempah Martabak Kubang dari Sumatra Barat

Meskipun namanya martabak Kubang tapi banyak restoran yang justru menyediakan menu lain selain martabak. Menurut Arfi, saat ke restoran Kubang wajib mencicip nasi goreng, mie goreng dan mie rebusnya.

Di sini juga Arfi merekomendasikan beberapa kedai martabak kubang yang enak di Padang dan di Jakarta. Diantaranya ada Martabak Kari Malabar di Padang dan Martabak Kubang Hayuda di Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta.

Nah siapa nih yang juga suka martabak kubang tapi baru tahu sejarahnya?

Simak Video "Review 3 Martabak Legendaris, Mana yang Paling Enak?"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)