Jadi Fruitarian Ekstrem, Pasangan Ini Klaim Jauh Lebih Sehat dan Berenergi

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 22 Agu 2019 12:10 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Putuskan hanya mengonsumsi buah-buahan saja (fruitarian), pasangan ini mengaku lebih sehat. Mereka tak lagi alami mood buruk, jerawatan, hingga kembung.

Pola makan Ali Reza Khorasany (28) dan Daniella Siira (22) begitu menyedot perhatian karena keduanya putuskan jadi fruitarian. Mereka tak lagi mengonsumsi makanan lain selain buah-buahan segar.

Dikutip dari Daily Mail (22/8), Ali dan Daniella mengaku terinspirasi diet ketat mendiang Michael Jackson saat hendak jadi fruitarian. Mereka pun kini bergantung pada asupan berbagai buah-buahan tropis.

Selama 4 tahun jadi fruitarian, Ali merasakan banyak efek positif. Ia tak lagi merasa buruk, kembung, sembelit, dan resah seperti sebelumnya. Kulitnya juga mengalami perubahan menjadi lebih lembap, tak berjerawat, dan tak lagi ada lingkaran hitam.

Jadi Fruitarian Ekstrem, Pasangan Ini Klaim Jauh Lebih Sehat dan BerenergiFoto: Istimewa

Sementara Daniella baru menjadi fruitarian 3 tahun terakhir. Tekadnya semakin bulat usai melakukan perjalanan ke Asia Tenggara. Ia mengenal banyak buah tropis yang lezat.

Bagi Daniella yang sebelumnya alami gangguan makan dan pencernaan, fruitarian mengubah hidupnya. Ia merasa jauh lebih sehat setelah dua minggu hanya konsumsi buah saja.

Kala di Asia, mereka tak lewatkan cicip buah tropis nan unik. Ada durian, pisang matang, nangka, kelapa, hingga kurma yang jadi favorit. Namun untuk asupan harian, mereka mengandalkan pepaya dan pisang yang tidak terlalu bergantung pada musim.

Jadi Fruitarian Ekstrem, Pasangan Ini Klaim Jauh Lebih Sehat dan BerenergiFoto: Istimewa

Secara total, diet mereka terdiri dari 98% buah. Sisanya mereka mengonsumsi jus sayuran hijau dan salad. "Menemukan buah matang dan manis dari tanah bagus dalam jumlah cukup untuk menghindari lapar bisa jadi tantangan," ucap Ali mengenai tantangan jadi fruitarian.

Baca Juga: Jadi Fruitarian, Wanita Ini Akui Jerawat Hilang dan Migrainnya Sembuh

Ia juga merasa proses detoks lewat diet fruitarian bisa menantang tergantung pada sejarah pola makan seseorang. "Saya membersihkan 24 tahun asupan daging, produk susu, telur, dan makanan olahan. Itu tidak mudah. Efek sampingnya bisa gatal, sakit, atau melelahkan," katanya.

Jadi Fruitarian Ekstrem, Pasangan Ini Klaim Jauh Lebih Sehat dan BerenergiFoto: Istimewa

Sementara Daniella mengaku pola makannya kerap dicibir orang. "Sepertinya (fruitarian) terlihat benar-benar gila dan tidak bisa bertahan lama," jelas Daniella.

Namun baginya hal itu tidak benar. "Ketika kami berubah, beradaptasi, dan mencoba untuk diri sendiri dan kami sadar kesederhanaan dan keberlanjutan dari semua ini. Proses perubahan pola makan seseorang harus dilakukan langkah demi langkah, begitu juga dengan tubuh, pikiran, dan semangat bisa beradaptasi," lanjutnya.

Memberikan sedikit wawasan tentang kehidupan mereka, Ali menambahkan, "Gaya hidup kita bukan tentang mengikuti tren, perfeksionisme yang tidak mungkin pada masa ini, dicap sebagai vegan, norfruitarian vegan mentah, ini bukan tentang menjadi optimal, juga bukan tentang melarikan diri dan tinggal di hutan."

Jadi Fruitarian Ekstrem, Pasangan Ini Klaim Jauh Lebih Sehat dan BerenergiFoto: Istimewa

Sebelumnya, seorang remaja di Bristol, Inggris jalani pola makan fruitarian yang ekstrem. Ia mengandalkan asupan 150 pisang per minggu. Ia meyakini caranya benar dan bisa membuat sehat.

Remaja bernama Dane Nosh ini awalnya menjadi fruitarian hanya untuk atasi masalah jerawat. Tapi ia melanjutkan pola makannya ini dengan memilih pisang sebagai makanan utama. "Pisang adalah buah tropis terbaik yang banyak tersedia di Inggris. Pisang murah, konsisten dalam jumlah kalori maupun nutrisinya," ujar Dane kala itu.

Baca Juga: Jadi Fruitarian Ekstrem, Remaja Ini Makan 150 Pisang per Minggu



Simak Video "Menpar Tetapkan 5 Makanan Nasional Indonesia yang Harus Mendunia"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com