Bisnis Kuliner Gordon Ramsay Justru Tetap Untung Meski Lewati Masa Sulit

Dewi Anggraini - detikFood Selasa, 04 Jun 2019 07:32 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Berbeda dengan Jamie Oliver, bisnis kuliner milik Gordon Ramsay justru sukses dan raih profit tinggi. Laba sebelum pajaknya mencapai Rp 9 miliar.

Bisnis kuliner yang dipegang oleh sejumlah selebriti chef dunia perlahan turun. Chef populer sekelas Jamie Oliver saja harus merelakan puluhan restoran miliknya yang tergabung dalam Jamie's Italian ditutup.

Pada 22 Mei lalu, chef kondang asal Inggris itu resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan. Sebelumnya, nama Mario Batali masuk dalam daftar chef yang alami kebangkrutan.

Bisnis Kuliner Gordon Ramsay Justru Tetap Untung Meski Lewati Masa SulitFoto: Jamie Oliver

Ia resmi mengakhiri kerjasamanya dengan Bastianich Hospitality Group pada pertengahan Maret lalu. Karenanya Batali tak lagi memiliki saham di 16 restoran yang ada di grup tersebut.

Baca juga:Puluhan Restoran Ditutup, Chef Jamie Oliver Ajukan Kebangkrutan

Lalu bagaimana dengan bisnis kuliner yang dijalankan Gordon Ramsay?

Bisnis Kuliner Gordon Ramsay Justru Tetap Untung Meski Lewati Masa SulitFoto: Istimewa

Dilansir South China Morning Post (29/5), bisnis yang dijalani Gordon Ramsay tetap untung meski memasuki kondisi yang tergolong sulit. Perusahaan yang menaungi bisnis restorannya menghasilkan laba sebelum pajak sebesar £ 500.000 (Rp 9 miliar) di tahun ini sejak Agustus 2018 setelah merugi £ 3,8 juta (Rp 63 miliar) di tahun sebelumnya.

Bisnisnya alami kenaikan profit sebesar 4,3 persen yakni sebesar £53,6 juta (Rp 956 miliar) dibanding pemasukan terbesarnya di tahun 2012.

Kabarnya Ramsay berencana memperluas Street Pizza. Grup restoran miliknya yang menaungi sebanyak 15 restoran di London, termasuk Pétrus, Bread Street Kitchen dan Restaurant Gordon Ramsay. Tak ketinggalan 23 outlet di luar negeri, termasuk empat restorannya di Hong Kong.

Bisnis Kuliner Gordon Ramsay Justru Tetap Untung Meski Lewati Masa SulitFoto: Istimewa

Sebelumnya restoran Maze miliknya sempat alami kerugian sebesar £ 3,8 juta (Rp 68 miliar). Restoran yang ada di hotel London Marriott, Grosvenor Square itu akhirnya ditutup setelah 14 tahun beroperasi. Meski begitu, Gordon justru tidak membiarkan tempat tersebut diambil orang, ia memilih untuk mengganti Maze dengan Lucky Cat.

Di awal pembukaannya, restoran yang mendeklarasikan diri sebagai 'Asian Eating House and vibrant late-night loung' itu berhasil mendapat sebanyak 3.000 pelanggan.

Baca juga: Gordon Ramsay Diprotes karena Akan Buka Resto Asia yang Chefnya Bukan Orang Asia (adr/odi)