Legenda Jajan Pasar Yogyakarta, Mbah Satinem Jadi Cerita 'Street Food' Netflix

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Minggu, 12 Mei 2019 13:47 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Akhir April 2019, Netflix memperkenalkan serial dokumentar kuliner terbaru berjudul 'Street Food'. Dari Indonesia, tepatnya Yogyakarta, ada kisah Mbah Satinem dan Mbah Lindu yang menarik.

'Street Food' bukanlah serial dokumenter kuliner pertama dari Netflix. Sebelumnya ada banyak kisah kuliner yang dikemas apik oleh Netflix seperti Jiro Dreams of Sushi, The Birth of Sake, dan Barbecue.

Pada 'Street Food', Netflix mengangkat kisah-kisah jajanan kaki lima dari berbagai tempat. Musim pertama penayangannya bercerita soal jajanan kaki lima di negara-negara Asia. Ada 9 kota yang kisah jajanan kaki limanya diangkat yaitu Bangkok, Osaka, Delhi, Yogyakarta, Chiayi, Seoul, Ho Chi Minh City, dan Singapura, dan Cebu.

Legenda Jajan Pasar Yogyakarta, Mbah Satinem Jadi Cerita 'Street Food' Netflix'Street Food' dari Netflix menceritakan street food di berbagai negara (Foto: Istimewa)

Baca Juga: 5 Film Dokumenter Makanan di Netflix Ini Wajib Ditonton 5 Film Dokumenter Makanan di Netflix Ini Wajib Ditonton

Dari Yogyakarta, ada 4 pahlawan kuliner yang kisahnya diangkat. Penulis buku Top Tables: A Food Traveller's Companion, Kevindra P. Soemantri menyisipkan narasi dari tiap kisah pahlawan kuliner itu. Ia menilai Yogyakarta patut diangkat karena kota ini punya peran unik di Indonesia. "Seperti lorong untuk melihat 1.000 tahun ke belakang," katanya.

Yang paling menarik perhatian tentunya Mbah Satinem. Legenda kuliner ini adalah seorang penjaja jajan pasar yang sudah berjualan lebih dari 50 tahun. Namanya mulai dikenal masyarakat usai Presiden Soeharto menyukai ragam jajan pasar buatan wanita dengan sapaan akrab 'Mbah' ini.

Tiap pagi, Mbah Satinem berjualan di depan ruko di Jl. Bumijo, Jetis. Sebelum ia tiba, sering kali pelanggan setianya sudah mengantre. Saking banyaknya antrean, Mbah Satinem yang dibantu putrinya berjualan membuat kartu nomor guna mencegah pelanggan berebut.

Legenda Jajan Pasar Yogyakarta, Mbah Satinem Jadi Cerita 'Street Food' NetflixJajan pasar Mbah Satinem yang masih dibuat dengan teknik tradisional (Foto: Istimewa)

Racikan jajan pasarnya istimewa karena masih dibuat dengan resep klasik. Resep itu didapat dari 'si mbok' alias ibu Mbah Satinem yang dulu juga berjualan jajan pasar. "Tapi nama saya lebih terkenal," kata Mbah Satinem berseloroh. Menu andalan Mbah Satinem adalah lupis yang gurih dan legit. Ada juga saus gula yang menurut Kevindra terkaramelisasi dengan sangat baik.

Untuk membuat ragam jajan pasar, setiap hari Mbah Satinem bangun tengah malam. Ia dibantu suaminya, Mbah Jumirah menyiapkan satu per satu jenis jajan pasar. Mereka masih menggunakan cara-cara tradisional seperti memakai api kayu bakar untuk masak kue.

Jajan pasar Mbah Satinem ternyata berhasil menghidupi ia dan keluarga. "Saya menghidupi 10 orang, ada 3 anak dan 7 cucu," katanya. Ia mengaku tak mau berhenti jualan jajan pasar selama dirinya masih sanggup. Meski begitu, ia sudah menyiapkan anaknya untuk menggantikan posisinya nanti.

Selain Mbah Satinem, 'Street Food' juga membahas sedikit soal jajan pasar versi modern yang dibuat Arya Snack & Food. Toko kue di Jl. Brigjen Katamso No.42, Prawirodirjan ini membuat jajan pasar dengan pengaruh Belanda hingga Portugis. Ciri khasnya, warna kue lebih terang dan bentuknya lebih artistik.

Legenda Jajan Pasar Yogyakarta, Mbah Satinem Jadi Cerita 'Street Food' NetflixMeski sudah berusia 100 tahun, Mbah Lindu masih aktif berjualan gudeg (Foto: Istimewa)

'Street Food' tak ketinggalan membahas legenda gudeg yaitu Mbah Lindu. Wanita 100 tahun ini masih semangat membuat dan menjajakan sendiri gudeg buatannya. Gudeg Mbah Lindu punya ciri khas lebih lembap dengan cita rasa gurih enak, tidak terlampau manis.

Baca Juga: Selama 74 Tahun, Mbah Lindu Meracik Gudeg Khas Yogyakarta

Ditanya Kevindra, Mbah Lindu mengatakan, "Semua (komponen gudeg) dimasak sediri, orang tua kan pandai masak. Usiaku sudah 100 tahun. Gigiku sudah habis." Ia juga mengatakan tak akan ada perubahan resep jika nanti jualan gudegnya dilanjutkan.

Legenda Jajan Pasar Yogyakarta, Mbah Satinem Jadi Cerita 'Street Food' NetflixCara pembuatan Mie Lethek Garuda masih menggunakan sapi (Foto: Berbagai sumber)

Cerita 'Street Food' di Yogyakarta juga membahas soal mi singkong alias mi lethek yang populer di sana. Salah satu produsen mi lethek ternama yang masih mempertahankan teknik memasak tradisional dalam pembuatannya adalah Mi Lethek Cap Garuda.

Yasir Ferry Ismatrada selaku generasi ketiga pemilik usaha ini mengatakan produksi mi lethek berawal dari tepung singkong. Pengolahannya lalu dibantu sapi jantan bernama Hercules. "Selanjutnya tepung singkong dikukus, dimasukkan ke dalam mesin pres untuk menekan dan mencetak mi," pungkas Yasir.

(adr/odi)