Terbuat dari Tepung Kentang, Garpu dan Pisau Ini Bisa Dimakan

Dewi Anggraini - detikFood Jumat, 10 Mei 2019 19:03 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Tak hanya sedotan dan cangkir, alat makan seperti garpu dan pisau juga bisa Anda konsumsi. Keduanya juga ramah lingkungan lantaran terbuat dari tepung kentang.

Kerusakan lingkungan akibat sampah plastik memang sudah jadi masalah sejak dulu. Karenanya banyak pihak yang akhirnya mencari cara untuk mengganti semua peralatan berbahan plastik, terlebih alat makan.

Terbuat dari Tepung Kentang, Garpu dan Pisau Ini Bisa Dimakan Foto: Istimewa

Pada September 2018, sedotan aman konsumsi milik Loliware jadi alternatif sedotan plastik yang terbuat dari rumput laut. Perusahaan besutan Chealsea Briganti dan Leigh Amn Tucker itu bahkan jadi perusahaan sedotan aman konsumsi pertama di dunia.

Uniknya, sedotan itu hadir dalam beragam rasa. Seperti rasa jeruk, vanilla dust, rose quartz, heliotrope, sparkling ocean, karbon dan udara. Jika sudah dibuka dari kemasan, sedotan itu mampu bertahan selama 24 jam. Jika belum dibuka, sedotan bisa bertahan selama 2 tahun.

Baca juga: Nyam! ini Sedotan Ramah Lingkungan Pertama di Dunia yang Bisa dimakan

Terbuat dari Tepung Kentang, Garpu dan Pisau Ini Bisa Dimakan Foto: Istimewa

Melihat kesuksesan Loliware, perusahaan asal Swedia bernama Potato Flatware ikut mengurangi limbah plastik alat makan.

Pihaknya membuat garpu dan pisau makan yang terbuat dari tepung kentang, air, dan gliserin. Paduan bahan tersebut kemudian dipanaskan dan dicetak dalam cetakan. Dilansir Now This (9/5), Potato Flatware memiliki cetakan berbentuk garpu, pisau, cangkir hingga kantong kemasan.

"Masalahnya jika Anda membuat alat potong (makan) dari plastik, itu membutuhkan waktu selama 450 tahun untuk diurai sedangkan ini bisa diurai selama 20 menit atau seberapa lama Anda memakannya," jelas Pontus Tornqvist selaku pendiri Potato Flatware soal keistimewaan alat makan dari tepung kentang itu.

Terbuat dari Tepung Kentang, Garpu dan Pisau Ini Bisa Dimakan Foto: Istimewa

Pontus juga menambahkan jika Anda tidak ingin melahap alat makan tersebut, limbahnya tidak akan merusak lingkungan sekitar. "Jika tidak dikonsumsi, alat ini tidak akan merusak lingkungan. Sebab pisau dan garpu ramah lingkungan ini bisa terurai dalam kurun waktu 2 bulan," pungkas Pontus.

Perusahaan ini tak hanya jadi solusi masalah limbah plastik, tapi juga jadi solusi baru bagi para petani kentang. Hasil panen kentang dengan ragam bentuk tidak semua lolos di pasaran namun pas dijadikan tepung kentang.

Pisau, garpu hingga kantong aman konsumsi ini sebenarnya dibuat secara tidak sengaja. Pontus mengaku bahwa dirinya tak sengaja menumpahkan adonan tepung kentang plus air. Lalu saat mengering, ia melihat adonan tadi terlihat seperti lembaran plastik.

Bagaimana, tertarik mencoba garpu dan pisau dari tepung kentang ini?

Baca juga: Kurangi Limbah Plastik, Studio Ini Buat Cangkir Keren dari Labu


NowThis on Twitter

These edible forks and knives are made from potatoes https://t.co/6gb38BepYt

(dwa/odi)