Singapura Kini Punya Banyak Makanan Pengganti Daging yang Ramah Lingkungan

Sonia Basoni - detikFood Rabu, 08 Mei 2019 18:00 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Singapura mulai melirik alternatif makanan baru untuk menggantikan konsumsi daging. Salah satunya menggunakan nangka, udang buatan lab, hingga tumbuhan.

Negara Singapura berkembang menjadi salah satu negara maju di benua Asia. Hal ini juga berdampak di industri kuliner, yang mulai melirik alternatif makanan baru untuk pengganti daging. Apalagi setelah World Health Organization (WHO) menetapkan, bahwa daging olahan merupakan salah satu penyebab kanker di manusia.

Baca Juga: Potongan Daging Buatan Lab Berhasil Dibuat Mirip Tekstur Sapi Asli

Dilansir dari Vice (06/05), kurangnya sumber daya membuat Singapura mencari rute lain untuk menggantikan makanan mereka. Sehingga banyak perusahaan yang mulai menciptakan makanan alternatif.
Singapura Kini Punya Banyak Makanan Pengganti Daging yang Ramah LingkunganFoto: Istimewa
Salah satunya ada Lif3 Biotech, perusahaan asal Singapura yang membuat produk daging tiruan dari ekstrak sayuran dan kacang-kacangan. sang pendiri Ricky Lin, berharap bahwa produknya ini bisa dilihat sebagai bahan makanan bukan sekedar pengganti saja.

"Bagi orang-orang yang suka daging, sulit untuk menghentikan mereka mengonsumsi daging. Karenanya kita ingin secara perlahan mendorong mereka untuk mencoba daging yang dibuat dari tumbuhan, serta untuk mendapatkan nutrisi dan protein," ungkap Ricky.

Selain mengolah tumbuhan menjadi daging. Ada juga perusahaan yang menggunakan buah-buahan sebagai makanan alternatif mereka. Perusahaan Karana yang juga berasal dari Singapura, mengkurasi buah nangka sebagai bahan dasar makanan pengganti daging.
Singapura Kini Punya Banyak Makanan Pengganti Daging yang Ramah LingkunganFoto: Istimewa
"Saya ingin melihat bahwa keanekaragaman tumbuhan ini yang tumbuh subur di Asia, bisa digunakan sebagai pengganti daging. Saya suka makanan yang saya ketahui prosesnya, dan saya bukan penggemar makanan olahan," tutur Daniel Riegler, pemilik dari Karana, yang memasukkan nangka ke dalam hidangan untuk menggantikan daging.

Meski nangka punya rasa dan tekstur yang enak, tapi tentunya akan ada banyak orang yang menolak untuk mengonsumsi makanan pengganti ini. Sehingga muncul lah perusahaan Shiok Meats, yang dinobatkan sebagai perusahaan pertama di Singapura yang fokus membuat daging di lab.

Mereka kini tengah fokus mengembangkan daging udang, yang dibuat dari campuran sel dan bahan-bahan lainnya.
Singapura Kini Punya Banyak Makanan Pengganti Daging yang Ramah LingkunganFoto: Istimewa
"Jika orang-orang melihat ke daging atau ikan milik mereka, itu semua terbuat dari apa? Pasti terbuat dari otot, darah, syaraf, dan campuran sel lainnya. Dibandingkan membesarkan satu hewan lalu membunuhnya hanya untuk diambil dagingnya saja, kami memilih untuk menumbuhkan bagian yang kami mau di lab. Jadi tidak ada bagian yang terbuang sia-sia," tutur Dokter Shandya Sriram, selaku pendiri dari Shiok Meats.

Meski produk daging dari Shiok Meats ini belum tersedia di pasaran, tapi Singapura dan Hong Kong akan menjadi negara pertama yang bisa mengatur daging berbasis sel.

Tiga produk alternatif ini merupakan bukti bahwa industri kuliner di Asia, mulai beralih ke makanan yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Ilmuwan Ini Ingin Buat Tiruan Daging Manusia di Laboratorium untuk Dikonsumsi (sob/odi)