Disebut Pengganti Daging, Belatung Akan Ditambahkan ke Dalam Sosis

Sonia Basoni - detikFood Senin, 06 Mei 2019 13:05 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Baru-baru ini para peneliti dari Australia, menggabungkan serangga seperti belatung hingga belalang ke dalam sejumlah makanan khusus. Salah satunya sosis.

Belatung atau serangga masih jadi topping yang aneh dan sedikit ekstrem, jika digabungkan sebagai campuran sosis. Hal ini lah yang menjadi fokus penelitian, para ilmuwan makanan di University of Queensland, di Brisbane, Australia.

Baca Juga: Diet Cacing Pita dan Sabun Pelangsing, Cara Diet yang Ngetop Puluhan Tahun Silam
Disebut Pengganti Daging, Belatung Akan Ditambahkan ke Dalam SosisFoto: Istimewa
Dikabarkan Fox News (02/05), menurut Profesor Dokter Louwrens Hoffman, produksi ternak konvensional akan segera kehabisan stok. Sehingga tidak bisa lagi memenuhi permintaan global untuk daging. Sehingga mereka mulai mencari alternatif dari pasokan makanan lain, yang memiliki sumber protein yang tinggi.

"Dunia sudah kelebihan penduduk, dan mereka akan kesulitan untuk menemukan sumber protein kecuali mereka membuka pikiran dan perut mereka, untuk gagasan makanan yang jauh lebih luas," tutur Hoffman.

"Apakah Anda mau mengonsumsi sosis yang terbuat dari belatung? Bagaimana dengan serangga larva, atau serangga utuh lainnya? Potensi terbesar dari produksi protein berkelanjutan ini terletak pada serangga, dan sumber tanaman baru," lanjutnya.
Disebut Pengganti Daging, Belatung Akan Ditambahkan ke Dalam SosisFoto: Istimewa

Queensland Alliance for Agriculture and Food Innovation (QAAFI), merupakan tim yang berfokus untuk menyamarkan serangga dalam makanan yang sudah disiapkan.

"Dengan kata lain, protein dari serangga perlu dimasukkan ke dalam produk makanan sebagai salah satu bahan makanan. Salah satu murid saya, baru saja membuat es krim yang enak dari serangga," ungkap Hoffman.

Dalam diskusinya tentang kaitan pengganti protein. Hoffman juga membahas tentang daging kangguru, yang dianggap ideal karena tidak dibutuhkan lahan rumput untuk mereka berkembang biak.
Disebut Pengganti Daging, Belatung Akan Ditambahkan ke Dalam SosisFoto: Istimewa

"Unggas adalah industri yang besar di dunia, industri ini berada di bawah tekanan untuk mencari alternatif protein lainnya yang lebih ramah lingkungan, dibandingkan yang sekarang tengah digunakan. Jadi semuanya cukup logis untuk beralih ke belatung atau serangga," pungkas Hoffman.

Sebelumnya serangga dan cacing juga dipertimbangkan untuk dikembangkan menjadi pakan hewan.

Baca Juga: Belatung Akan Dikembangkan Jadi Pakan Hewan?

Disebut Pengganti Daging, Belatung Akan Ditambahkan ke Dalam Sosis
(sob/odi)