Ada Kafe Berang-berang di Jepang yang Dicurigai Merupakan Satwa yang Dilindungi

Lusiana Mustinda - detikFood Kamis, 25 Apr 2019 14:40 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Popularitas hewan peliharaan eksotis dapat mengancam populasi berang-berang liar. Ini juga berhubungan dengan adanya kafe berang-berang yang muncul.

Berang-berang disukai banyak orang karena memiliki tubuh berbulu, postur yang gempal dan kaki yang kekar. Tak hanya jadi hewan peliharaan yang disukai, meningkatnya popularitas hewan ini juga dapat mengancam kehancuran populasi berang-berang liar di Asia Tenggara.

Jepang terkenal dengan kafe hewan peliharaan yang eksotis. Tidak hanya kafe kucing dan anjing, tetapi juga burung hantu, rakun hingga landak.

Ada Kafe Berang-berang di Jepang yang Dicurigai Merupakan Satwa yang DilindungiFoto: Istimewa

Selain dipelihara, satwa-satwa ini juga menjadi tren terbaru sebagai ikon kafe. Kafe berang-berang menarik banyak wisatawan, baik asing maupun lokal yang ingin berinteraksi dengan makhluk-makhluk dari dekat daripada melihat mereka dari jauh di alam liar seperti kebun binatang dan suaka margasatwa.

Baca juga: Serunya! di Kafe Ini Bisa Ngopi Sambil Selfie Dengan Ular

Menurut New York Times, beberapa kafe bersedia menjual berang-berang mereka kepada pembeli yang tertarik. Meskipun dengan harga yang lumayan.

Dikutip dalam Mothership.sg (24/04), berang-berang kemungkinan diselundupkan ke Jepang. Traffic Japan yang merupakan sebuah organisasi nirlaba yang memantau perdagangan satwa liar secara ilegal mengatakan sebagian besar pemilik kafe mengkalim berang-berangnya berasal dari Jepang.

Namun para peneliti dari kelompok tersebut tidak menemukan bukti penangkaran di negara tersebut. Selain itu, tidak mungkin kalau berang-berang ditangkap dari alam liar di Jepang. Berang-berang di sungai Jepang telah punah sejak tahun 1979.

Konservasionis percaya, sebagian besar berang-berang yang dijual sebagai hewan peliharaan kemungkinan diselundupkan dari negara-negara Asia Tenggara.

Traffic juga melaporkan bahwa telah terjadi peningkatan penyelundupan berang-berang di bandara Jepang dan beberapa negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Indonesia, Vietnam dan Malaysia.

Antara tahun 2015 dan 2017, sebanyak 59 berang-berang disita dengan 32 menuju Jepang.

Ada Kafe Berang-berang di Jepang yang Dicurigai Merupakan Satwa yang DilindungiFoto: Istimewa

Pada tahun 2017, seorang mahasiswa Jepang juga ditangkap di Thailand karena berusaha menyelundupkan 10 bayi berang-berang ke luar negeri. Pelajar tersebut mengatakan ia membelinya di pasar Bangkok seharga 1.000 baht atau Rp 600 ribu per ekornya.

Tak hanya itu, banyak juga kasus terkait satwa yang dijual ilegal. Sehingga keputusan akhir akan dibuat pada bulan Mei 2019 tentang apakah akan mengubah atau tidak konversi Perdagangan Internasional tentang spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah.

Meskipun berang-berang cakar kecil Asia menjadi spesies yang dilindungi. Perdagangan online ilegal juga sangat sulit dibasmi.

Jika nantinya proposal pada bulan Mei disetujui, berang-berang liar di Asia mungkin mendapat perlindungan hukum. Meskipun perdagangan hewan ilegal masih sulit untuk sepenuhnya dihilangkan.

Baca juga: Tren Kafe Burung di Jepang Diterpa Isu Penyiksaan Hewan (lus/odi)