Kisah Pasangan yang Buat Hidangan Enak dari Hasil Berburu Tumbuhan di Alam Bebas

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 22 Apr 2019 12:09 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Mendapat julukan pengumpul 'gourmet', pasangan ini membuat makanan dari tumbuhan di sekitar mereka. Ada cokelat dari jamur kuping hingga spaghetti berbahan rumput laut.

Gerard Murphy dan Lindsey Laing menerapkan pola hidup tak biasa. Mereka tak bergantung pada pasokan bahan makanan di pasar atau supermarket, meski sesekali masih mengunjunginya. Pasangan asal Skotlandia ini mengolah tumbuhan di sekitar mereka untuk dijadikan makanan.

Dikutip dari Daily Mail (22/4), hubungan mereka yang terjalin sejak 2014 juga berawal dari kesamaan visi mereka sebagai pengumpul (forager) yang giat. Baik Gerard dan Lindsey senang menghabiskan waktu menelusuri semak-semak untuk melihat apa yang bisa mereka olah.

Kisah Pasangan yang Buat Hidangan Enak dari Hasil Berburu Tumbuhan di Alam BebasFoto: Istimewa

Menu andalan mereka kini adalah cokelat berbahan jamur raksasa yang tumbuh di pohon dan rumput laut yang diolah jadi spagehetti. Keduanya bahkan membuat dog rose vodka. Hanya saja Gerard dan Lindsey belum berburu daging, namun ke depannya mereka berharap bisa mengumpulkan semua bahan makanan sendiri.

Baca Juga: Keren! Mengais Tempat Sampah, Wanita Ini Bikin Steak dan Salmon untuk Pesta Natal

Tahap selanjutnya bagi kami adalah berburu dan memancing, dan saya telah banyak membaca tentang ketapel yang mungkin bisa kita gunakan untuk berburu tupai dan kelinci," ujar Gerard. Ia pun lebih mengkhususkan diri sebagai pengumpul, sementara Lindsey menggunakan keahliannya di dapur untuk mengolah semua hasil buruan.

Kisah Pasangan yang Buat Hidangan Enak dari Hasil Berburu Tumbuhan di Alam BebasFoto: Istimewa

Gerard dan Lindsey mengklaim gaya hidup ini membuat mereka bisa berhemat dan lebih sehat. Pada jamur chaga yang mereka dapat di pohon, misalnya, ternyata punya banyak manfaat kesehatan. Jamur ini konon bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan membuat lebih sehat.

"Chaga tidak punya rasa terlalu dominan, tapi saya mengeringkannnya lalu menggiling jamur chaga bersama biji kopi. Menurut saya jamur ini memberi lebih banyak energi dan saya tidak menderita flu lagi sejak rutin meminumnya tiap pagi," sambung Lindsey.

Diakui keduanya, orang-orang di sekitar mereka belum sepenuhnya bisa menerima konsep foraging alias mengumpulkan makanan dari lingkungan sekitar. "Kadang orang-orang bisa sedikit berpikiran tertutup, tapi mengumpulkan makanan adalah hal yang kami suka dan sebagai pasangan, hal ini membuat kita jauh lebih dekat," jelas Lindsey.

Kisah Pasangan yang Buat Hidangan Enak dari Hasil Berburu Tumbuhan di Alam BebasFoto: Istimewa

Beberapa tumbuhan yang mereka buru adalah ragam tanaman, bunga, jamur, dan gulma. Ada juga beberapa bahan makanan yang tergolong sulit dicari. Gerard menambahkan, "Kadang keadaan bisa sedikit lebih sulit, khususnya dalam mencari dulses yang juga dikenal sebagai truffle laut. Dulses ada di bebatuan di tepi laut. Anda harus berhati-hati dan sedikit gesit untuk melacaknya."

Saat bereksperimen di dapur, cerita menarik datang dari Lindsey. Wanita yang sudah memasak sejak usia 10 tahun ini mengembangkan resep dengan berbagai kegagalan. Ia jadi tahu karakter rasa suatu tumbuhan bisa mirip dengan bahan makanan familiar lainnya.

Kisah Pasangan yang Buat Hidangan Enak dari Hasil Berburu Tumbuhan di Alam BebasFoto: Istimewa

Untuk cokelat dari jamur, misalnya, Lindsey mendehidrasi jamur kuping lalu menghidrasinya lagi dalam rum dan jus jeruk. Baru selanjutnya jamur dicelup ke cokelat.

"(Mengumpulkan makanan seperti ini) mungkin sedikit aneh, tetapi ini lebih baik ketimbang menonton TV di rumah," pungkas Lindsey.

Baca Juga: Mahasiswa Ini Buktikan Bisa Makan Enak dan Kenyang dari Mengais Tempat Sampah

(adr/odi)